Posts

Showing posts with the label Subversi Logika

A Clarity

Image
I'm reading so many articles about hippie shit lately. Stuck myself up in lonerwolf.com and webmd.com in order of somehow finding an answer. And the answer is, there's no answer. I'm in a verge of something huge, there's a major movement inside of my head I don't know what.  Maybe it's the final stage of my quarter life crisis.  Menghabiskan diskusi soal mental development di Minggu malam hingga jelang subuh. Bahasannya sederhana, tentang definisi kedewasaan sekaligus afirmasi terhadap norma norma sosial. Saya sebutkan bahwa usia biologis yang tidak mutlak menentukan usia mental itu sedikit benar banyak salahnya. Yang menentukan adalah sebanyak apa mereka berhadapan dengan permasalahan riil . Usia biologis berperan di sini sebab probabilitas pertemuan dengan permasalahan rii itu semakin besar ketika seseorang berusia lebih tua, bukan? Karenanya ketika dengan sombongnya saya menyebutkan there's so many shits I've done in my 23, saya sepenu...

Lobus Temporal

Image
Otak manusia dibagi menjadi 4 lobus; frontal, parietalis, oksipital dan temporal. 2013 adalah tahun di mana saya somehow terobsesi mempelajari kinerja otak melalui kanal wikipedia dan artikel artikel kedokteran di webmd. Oh saya ingat, saya lakukan itu untuk riset sebelum menulis cerpen Logika , walopun hasilnya alakadarnya tapi begitulah, ada beberapa yang masih saya ingat dari maraton membaca artikel bebas di internet itu. Melalui lobus temporal, apa yang ditangkap oleh reseptor reseptor indera perasa (sistem limbik) diolah menjadi ingatan sensorik. Di sini terdapat hipokampus yang mengolah bau, suara, rasa, rangsangan syaraf dan tentu saja, gambar menjadi ingatan. Kenangan, yang kerap disandarkan sebagai sumber segala kebahagiaan itu adalah produk hipokampus. Pernah lagi senyam senyum abis gajian terus tetiba dunia hancur lebur gara gara mencium parfum mantan? nah berterimakasihlah pada hipokampus. Di lobus temporal pula, kenangan dapat diminimalisir. Prosesnya seperti meng...

Prasangka Beragama

Image
Saya ingat tahun tahun di mana saya sedemikian bersemangat mempelajari soal ketuhanan. Dan agama agama, dan mazhab mazhab, dan aliran aliran kepercayaan. Saya juga ingat bagaimana akun @rusnanianwar di twitter (yang kemudian saya tutup dua tahun kemudian) menembus angka 1,000 follower dalam waktu 4 bulan di tahun 2011.  Rasanya masih kemarin, saya begitu rutin mengikuti forum forum diskusi agama di facebook, twitter hingga kaskus dan menjadi 'yang lantang mengajukan pendapatnya' di media media diskusi tersebut. Bermalam malam hingga jelang subuh sibuk melontarkan kata kata semacam bigot, thagut, fundamentalis dan sebagainya untuk mereka yang tidak setuju soal cara saya memandang agama. Diskusi diskusi ini semakin menjadi ketika saya tinggal di Jakarta. Semakin banyak kawan kawan 'sealiran' untuk saya temui dan 'membenarkan' lontaran lontaran kalimat saya yang sungguh dangkal dan hanya berdasar pada logika, akal dan secuil referensi bacaan. 2012 adal...

Lower Class Wisdom

Tumbuh besar di keluarga dengan ekonomi rendah mengajarkanmu soal ini: you have to blend in if you wants to have a peaceful life. Saya senantiasa diajarkan untuk tidak neko neko , tidak mengikuti hal hal kekinian saat itu. Tidak pergi darmawisata, tidak membeli baju baju populer, tidak nonton konser, pokoknya jangan aneh aneh.  Setiap berdiskusi dengan ayah soal perkara yang sedang ramai dibicarakan, ayah selalu menjawab "Ikuti apa kata orang banyak saja" dengan alasan itu tadi, orang orang miskin jika ingin hidup tenang, wajib bagi mereka untuk tidak menonjol. Lower class wisdom ini saya bawa sampai usia belasan. Untuk tidak menonjol, untuk blend in dan menjalani hidup yang peaceful dan apa adanya. Kalau dipikir di kondisi sekarang, apa yang ayah saya ajarkan benar adanya. Mau lower class mau higher class mau top class sekalipun, kita manusia ini apalah selain sebutir debu di lautan kosmis. Keinginan untuk menonjol, menjadi berbeda, unggul dari satu dan ...

Ketahanan Pangan dan Stabilitas Negara

Negara ini tidak perlu menjadi kaya. Tidak perlu menjadi makmur. Sebab simpulan kaya dan makmur kerap diambil dari lingkar dalam ibukota dan apa yang terlihat di televisi. Kita melihat deretan iklan properti dengan harga milyaran ditawarkan secara kredit ratusan juta seolah punya rumah semewah itu sama nilainya seperti kreditan panci. Sebab pemandangan ini diperlihatkan setiap hari, maka diam diam kita mengamini bahwa negara ini dalam keadaan baik baik saja. Negara ini hanya perlu menjadi stabil. Tanpa kesenjangan strata sosial yang terlampau melambung. Stabil dalam pemerataan pendidikan, perputaran subsidi, dan bantuan bantuan pemerintah. Masih ingat program raskin? pembagian beras dengan harga murah  ini sudah berhenti sejak tahun lalu. Kenapa bangsa yang dulunya swasembada beras ini sampai harus disubsidi beras impor dengan label denotatif berupa beras miskin? Pertanian tidak stabil, gagal panen musim kering sementara solusi irigrasi yang memadai tak kunjung keluar dari...

Objektivitas

Image
the Illusion of Neutrality, Robert A. Divine Seberapa sering kita dituntut, merasa harus, atau bahkan mengklaim diri telah bersikap netral? melakukan penilaian yang sepenuhnya objektif -berdasar atas variabel variabel non konjungtif terhadap standar standar penilaian- tanpa sedikitpun unsur keberpihakan. Atau seberapa sering keputusan diambil tanpa memandang latar belakang kedekatan atau bahasa Orbanya, tanpa nepotisme? Kita memiliki kesadaran. Fungsi limbik di dalam otak hanya mempengaruhi sedikit dari sistem logika. Sistem logika merupakan akumulasi gerakan dan paham yang diserap manusia sedari kanak kanak. Sebabnya bisa muncul berbagai penyakit psikis, seperti schizophrenic, yang memposisikan seseorang di ambang realita dan khayal hingga tidak bisa membedakan keduanya, atau bersikap sesuai keduanya, tanpa memiliki sistem logika yang merunut kejadian berdasar sebab-akibat dan kronologi. Seseorang seharusnya concern dan memeriksakan dirinya jika memiliki sindrom seper...

Kenakalan Remaja di Era Informatika

Image
This shit really made my day :) Gaaa. Saya tidak tengah mencoba untuk membuat testimoni sok bijak terkait headline koran di atas. Tidak pula menghakimi dengan menempatkan judul postingan yang dikutip dari judul lagu Efek Rumah Kaca itu. Kenapa kita begitu menggemari ke-mesum-an? Terlepas dari doktrin agama yang simply said not to. Mesum adalah bentuk kenyamanan psikis, IMO. Saat visual, audio dan indra tubuh lainnya dimanjakan oleh sensasi yang disebut otak sebagai reaksi atas feromon, testosteron, apalah itu. Rasa nyaman ini menimbulkan adiksi, pelan pelan menjadi candu. Manusia, dengan segala upayanya untuk menampik kenyataan bahwa di balik label modernitas, sebenarnya adalah makhluk primitif yang terkadang bergerak semata melalui insting. Seks dan segala hal mesum itu menyenangkan. Sekali lagi, saya melepaskan konteks doktrin agama di sini. Sebagai muslim saya diajari bahwa kawin tangan (istilah yang merujuk pada onani dan masturbasi) adalah haram. Diajarkan untuk berpuasa agar dapa...

Bunuh Diri

Image
*picture was taken here* Berkat CSI: NY 7 tadi malam dan situs ini , ditambah berita di koran lokal soal percobaan bunuh diri seorang istri yang menuduh suaminya selingkuh, saya sukses mikirin soal per-bunuhdiri-an sepanjang hari. Kasus bunuh diri terbanyak yang tercatat ada di negara Jepang. Sampe ada satu gunung yang terkenal gegara banyaknya temuan mayat mayat orang yang bunuh diri di sana. Ada satu kalimat menarik dari situs di atas: Hampir semua orang dalam hidupnya pernah memiliki pikiran "lebih baik saya mati saja", "kalau saya mati, saya tidak usah menghadapi segala persoalan rumit ini", "mati tampaknya lebih menyenangkan", "kalau saya mati, saya akan lepas dari penderitaan ini" dan sebagainya. Dan rasa rasanya, kalimat ini ada benarnya. Terlepas dari sekian banyak teori mengenai penyebab bunuh diri, kausal kausal yang muncul dari hal ini rasanya sederhana saja. "Aku-ingin-mati". Alasannya, bisa ribuan. Berita lokal yang saya b...

Ventriloquist

Image
Ventriloquist itu istilah untuk pemain boneka dengan suara perut. Saya pertama kali mendengar istilah ini dari film Dead Silence, tentang hantu Mary Shaw, seorang ventriloquist yang terobsesi untuk membuat boneka yang bernyawa. Postingan kali ini, saya tiba tiba terfikir tentang siapa yang ‘menggerakkan’ kita. Yang berbicara melalui kita, yang membut kita tertawa, menangis, bersuara, segalanya. Teori sains akan mengatakan semua itu merupakan reaksi neurotik yang kompleks pada otak besar yang memerintahkan syaraf untuk menggerakkan bibir, mengeluarkan suara, tertawa, semuanya. Teori teologinya lebih kompleks lagi. Ada Tuhan dibalik semua kejadian. Manusia tertawa, menangis, bersuara, segalanya berkat ‘lillahi ta’ala’, kehendak Tuhan yang maha tinggi. Atas restu dan keinginan-Nya manusia berjalan, berfikir, berniat, berdetak dll. Apakah juga Tuhan yang menggerakkan setiap perilaku cela manusia? Atau adakah konspirasi setan-malaikat dalam setiap tindakan yang manusia ambil? Sebagai ...

Tanda Tanya

*Sok, disimak dulu trailernya :)* Film ini mendapat tanggapan pedes dari ketua MUI, Cholil Ridwan. Yang pengen baca baca beritanya sok mampir di sini . Aku belum nonton sih, masih harus menunggu beberapa bulan lagi untuk menikmati DVDnya. Jadi aku belum bisa bicara banyak. Sekedar pengen berbagi info saja, kalau ada loh, film asik tentang pluralisme. Dengerin monolog di awal film: "Manusia memilih jalan setapak yang berbeda, namun bertujuan sama: Tuhan,". Aku tidak menganggap ini sebagai bentuk syirik modern atau istilah istilah yang dilabeli penggiat islam 'kaffah' atau apalah itu. Aku menyebutnya sebagai pluralisme. Sebagai ilmu agama tahap transenden. Yang konon, jika manusia sudah mencapai tahapan itu, label agama bukan lagi persoalan. Akhirnya agama agama (baik semitik, non semitik maupun kepercayaan kepercayaan lain) memang sama sama membuat jalan menuju Tuhan. Bertujuan satu: Tuhan. Dan agama, adalah interpretasi atas pemahaman manusia atas Tuhan. Well, setidak...

Berhenti Mengkafirkan

Image
RINGKASAN PENJELASAN AMIR JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA DI DEPAN KOMISI VIII DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuhu. Merujuk kepada penjelasan Amir Jemaat Ahmadiyah yang disampaikan di Jakarta 16 Februari 2011 pada acara dengar pendapat umum di komisi VIII DPR-RI mengenai penjelasan tentang Jemaat Ahmadiyah, bersama ini disampaikan ringkasan penjelasan tersebut sebagai berikut: Jemaat Ahmadiyah Indoensia berada di dalam Islam, sesuai sabda pendiri Jemaat Ahmadiyah Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad “Ringkasan dan intisari pendirian kami adalah Laa Illaha Illallahu, Muhammadur rasulullah” Tidak ada agama bagi kami kecuali agama Islam, dan tidak ada kitab bagi kami kecuali Al-Quran, kitab Allah yang Maha Tahu. Tidak ada Nabi panutan bagi kami kecuali Nabi Muhammad saw, Khatammun Nabiyyin. Jemaat Ahmadiyah berpegang teguh kepada Lima Rukun Islam dan Enam Rukun Iman. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah. Kami beriman...

Tentang hedonisme dan espektasi berlebihan

Image
Aku ini bermental manja sejati. Aku tak ingin jadi politisi atau jadi petingi. Jika tak ada timbunan emas di kursiku nanti. Aku tak ingin jadi pegawai negri. Kalau tak bisa tunggu gaji sambil ongkang ongkang kaki. Aku ini seorang manja sejati. Aku tak ingin jadi musisi. Kalau kreativitas dibatasi, karyaku diimitasi, honor dikebiri, lantas dicekal kesana kemari. Aku tak mau jadi rakyat kecil di negri ini. Kalau arti dari rakyat kecil adalah ladang prostitusi berkedok kepentingan petinggi. Aku tak mau dimanfaatkan sebagai objek penderita disela pidato mengiba para mereka yang ingin terlihat peduli dan selalu berada dipihak kami. Aku sungguh memang seorang yang gemar berekspektasi . aku tak ingin menjadi pedagang, tukang jamu ataupun menjadi kuli. Kalau itu artinya aku akan memeras seluruh tulang dan sisa sisa kulit menjadi bagian dari tiap keping yang akan menyambung nyawa kami. Maka sungguh benar adanya. Aku memang hedonis sejati.

Ah, FPI (Lagi)

Image
agak jenuh sebenarnya berbicara tentang ormas ini. Selalu bertemu dengan orang orang yang memiliki asumsi dan argumen tersendiri terhadap what so called "pressure group" yang diketuai rizieq rizieq itu. Kali ini, seakan bosan ngebully GKI Yasmin, Ahmadiyah dan kaum Syiah, mereka merambah ke dunia bawah tanah: *Ngakak serius* *militant tawheed, jendral!* Seriously, dude. You guys in critical needs, of laid!

Menelanjangi Keterlajangan

aku benci merasa lelah. rasa lelah, kerap membawaku ke dalam diam. aku benci diam. diam membawaku ke dalam perenungan. aku benci merenung. merenung membuatku mengenang masa lalu. aku benci masa lalu. ia menghalangiku untuk maju. see, lagi-lagi aku menulis dengan ceracau ga jelas.. ini efek bisa internetan kayaknya. dulu, semua uneg2 tertumpah ke binder dan pojok kamar. yang tahu cuma aku, tuhan dan cicak yang gemar melintas di dinding hitam itu. ini sebabnya aku benci santai. aku benci sendirian. ketika tidak banyak yang bisa kukerjakan, ketika terjebak dalam diam dan sepi, aku bakal meniti jejak masa lalu, merunutnya satu per satu. Sampai akhirnya aku lelah, Lalu memutuskan untuk tidur, melanjutkan khayal akanmu di dunia mimpi.

Ulang Tahun Radio!

Image
Mau ngoceh tentang diriku sendiri ah. Sori ya kalo postingan ini berasa narsis :D (emang selama ini engga, gitu?) Aku jadi penyiar dari kelas 2 SMA. Dulu ada radio 'anak muda' di Sampit, namanya One FM. Dari sini aku kerja sampe enam bulanan. Lalu berhenti demi fokus ke sekolah dan alasan alasan lain. Lulus SMA di taun 2009, aku niatin mau balik ke sana tapi ternyata keburu tutup radionya :D Akhirnya, memilih ngelamar ke Mentaya FM. Radio multisegmen. November 2009 kerja di radio sampe sekarang, setaun lebih lewat ga kerasa ^^ (dulu pas di Radar Sampit, kerjanya nyambi gitu, sambil siaran) Aku penyiar sore dan merangkap kru event organizer. Sampe saat ini, radio announcer terasa paling pas buatku (baca: buatku yang pemalas dan ogah kerja full time). Setaun di radio, ga kerasa ihhh!! Nah, tanggal 5-6 maret kemarin, Radio Mentaya FM ini ulang taun ke 22 ^^ *foto bareng Novi, salah satu penyiar pagi* *yes, akupun bingung kenapa kami berpose sedekat itu* *foto bareng seluruh penyia...

Hari Terakhir Peradaban, Jenny!

Image
Hampir dua tahun setelah rilis debut sepele kami 'manifesto', dan beberapa bulan setelah rilis single 'hujan mata pisau', sekali lagi, 3 bangsat karib ini merilis satu single baru beraran 'Hari Terakhir Peradaban. Prolog'. Adalah resume sederhana dan racauan kacau kami tentang tanda-tanda zaman dan peradabannya. Adalah karangan bunga duka cita kami atas zaman yang terlihat, terbaca, teraba, terdengar, dan tercium sangat indah, maju dan beradab, namun rasa-rasanya terasa busuk dan makin membusuk, mundur dan semakin mundur dan pelan-pelan kehilangan peradabannya, dan mungkin akhirnya mati. Single ini semacam prolog kasar menuju album kedua kami. terimakasih untuk keluarga jenny, teman-teman pencerita, klub matimuda, dan siapapun anda. rilisan single ini kami bagikan secara gratis sebagai kado kecil dan rasa terimakasih kami yang sangat besar untuk semua dukungan, bantuan, dan segala sesuatu yang anda pilihkan atas kami. thankyou very much for making the choice to ...

Tertawa Bersama Tuhan

Menemukan lagu ini dari download acak di creativedisc.com. lagunya Regina Spector - Laughing With Tiba tiba suka aja, gitu :) Tidak ada yang menertawakan tuhan saat kesedihan tiba. Padahal Tuhan bisa begitu menyenangkan dan lucu. Here's the lyric: No one laughs at God in a hospital No one laughs at God in a war No one’s laughing at God When they’re starving or freezing or so very poor No one laughs at God When the doctor calls after some routine tests No one’s laughing at God When it’s gotten real late And their kid’s not back from the party yet No one laughs at God When their airplane start to uncontrollably shake No one’s laughing at God When they see the one they love, hand in hand with someone else And they hope that they’re mistaken No one laughs at God When the cops knock on their door And they say we got some bad news, sir No one’s laughing at God When there’s a famine or fire or flood But God can be funny At a cocktail party when listening to a good God-themed joke, or Or ...

BERI AKU SEBUAH JAWABAN

Image
Saat teori dan konsep konsep perdamaian. Saat ajuan untuk sebuah penghargaan atas nilai nilai kemanusiaan. Dipatahkan. Diharamkan. Dikafirkan Oleh apa yang kita sebut sebagai pembela kebenaran agama. Oleh apa yang kita sebut nilai murni ketuhanan. Salahkan siapa jika kemudian agama yang kita bela Yang kita coba kembalikan ke nilai murninya Dianggap sebagai sarang kekerasan dan tidak manusiawi? Salahkan siapa jika nilai agama yang kita usung malah frontal menyerang orang orang yang mencoba tegakkan nurani dan hak asasi? Salahkan siapa jika orang orang di luar agama memandang kita sebagai umat pecandu kekerasan? Salahkan siapa? Yahudi? Amerika? Beri aku sebuah jawaban

Hepi Palentin!!

Image
*Petisi Satu : Saya Masih Jomblo* *Petisi Dua : Saya Siaran di Hari Palentin* Mari sebut : My Valentine Isn't That Bad.. :P

I Recently Falling in Love With..

Adele - Rolling in the Deep sebenarnya ga ada kesan banget banget sih sama lagu ini. Cuma kebetulan nemu di creativedisc dan kupikir "Covernya asoy" :D di cover single ini, Adele difoto dengan gaya gaya androgini gitu. Which I adore sooooooo much. Well, kalo cuma dengerin lewat mp3 (tanpa liat muka si Adele), pasti bakal ngira kalo si Adele ini penyanyi jazz/soul kulit item. Vokalnya unik, suka, kakaakkk ^^ Kalo mau donlot, coba ke sini yaa. Harus dibilang, ini salah satu top 10 song buat ngegalau. Hahaha :D Lyrics: There’s a fire starting in my heart, Reaching a fever pitch and it’s bringing me out the dark Finally, I can see you crystal clear. Go ahead and sell me out and I’ll lay your ship there. See how I leave, with every piece of you Don’t underestimate the things that I will do. There’s a fire starting in my heart, Reaching a fever pitch and it’s bringing me out the dark The scars of your love, remind me of us. They keep me thinking that we almost had it all The scars...