Posts

Showing posts from 2010

Resolusi 19

Yep, dua hari lagi taun baru. Saya tengah mencatat catat apa saja yang sudah terjadi di taun 2010 ini. Dan ternyata, my 2010 turn well ^^ According into this post , saya memaparkan apa yang menjadi resolusi saya di 2010. Saya Ingin Lebih Baik Lagi Dalam Pekerjaan Saya. Resolusi tersebut di tulis saat saya masih bekerja sebagai wartawan. Dan ternyata, saya berhenti di bulan Juli ^^. lantas apakah resolusi saya tak tercapai? Well, standar lebih baik itu ternyata tercapai. Saya berhenti, menjadi penyiar tetap di radio kemudian tergabung sebagai kru event dan sebagainya. Dan ya, saya merasa lebih baik di titik ini. Siapa bilang saya resign dari kora justru mematikan kreativitas saya hah? :D itu kejadian satu, saya resign. kemudian, di bulan2 september-an, saya menggarap tulisan dengan judul Malam Teror Malam. semacam mini novel dengan kisah tentang komunisme. Haha, ini sebenarnya proye iseng saja, tapi pas dibicarakan sama seorang kawan dibandung, saya dapet respon positif. ...
Image
PT Meranti Mustika Plywood Sebuah Kisah Tentang Kejayaan Perusahaan Kayu Oleh: Rusnani Anwar, Sampit Meranti Mustika berlokasi di Tanjung Katung (yang sekarang lebih dikenal dengan nama Tanjung Mas), Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur. Lokasinya hanya 15 kilometer perjalanan darat dan l0 menit perjalanan sungai dari kota penulis, Sampit. Awalnya, di tahun 1975, Tanjung Katung terkenal sebagai tempat sawmill (pembelahan kayu), lantas pada tahun 1982, PT Meranti Mustika Plywood (MMP) resmi dibuka dengan Njoto Soenarto menjabat sebagai direktur utama perusahaan kayu yang memiiliki Hak Pengelolaan Hutan (HPH) seluas 46.879 hektar ini. PT MMP mengalami puncak kejayaan di tahun 80-an akhir hingga 90-an awal. Terdapat dua periode kepemimpinan atas perusahaan ini. PT Meranti Mustika Plywood pada periode 1982-1995, dan PT Industri Kayu Meranti Mustika (IKMM) pada tahun 1995-2003. Luas tanah milik perusahaan ini adalah 104 hektar, membentang sepanjang 5 kilometer Tanjung ...

Tentang Menikah dan Keharusan Kuliah

Image
Baru pulang nyari makan. Nemu mie goreng enak di warung tenda taman kota. Hm.. Sudah lama, sejak awal bulan April lalu, aku mempertimbangkan buat kuliah. Universitas lokal saja lah, jangan yang jauh dan makan biaya. Sekedar demi selembar kertas bernama ijazah. Status. Titel. Kredibilitas yang konon katanya bisa dibuktikan melalui selembar kertas bertuliskan SARJANA. Aku muak dengan sistem pendidikan, sebenarnya. Aku muak belajar dengan pola seperti itu. dengan mudahnya mengkotak kotakkan manusia berdasar angka. 4 = Genius 3 = Pinter 2 = Bolehlah 1 = Siapa sih bapaknya, bego banget Semua sistem di mana orang harus menelan disiplin ilmu yang tidak disukai demi meraih nilai. Demi sebuah titel. Honestly, aku iri. Iri dengan kawan-kawan seangkatan yang sudah mulai menata masa depan. Ada yang jadi dokter, akuntan, bidan, guru, banyak profesi kerja. Mereka mempersiapkannya dengan matang. Dengan kuliah. Juga iri dengan teman-teman yang mantap menjawab : "IPB bogor, Unibraw malang," k...

Resolusi 18

Image
Sebenarnya saya tidak terbiasa merayakan ulang tahun. Dulu misalnya, saat tujuhbelas, saya hanya melewati malam di kos teman, numpang nginep sambil nonton Saw 3, minum coca cola dan menulis sampai pagi. Saya masih menyimpan resolusi tujuh belas saya. dan dalam perjalanannya beberapa tidak terpenuhi. Saya masih ingat pas ulang tahun ke tujuh belas dulu, saya menulis : Saya hanya akan bekerja jika pekerjaan itu mampu bersinergi dengan ideologi saya (saya tau ini terdengar sangat sangat super sombong) Well, saya rasa ini salah satu dari resolusi ulang tahun yang mampu saya penuhi. Ideologi saya sebenarnya tidak muluk, saya hanya ingin pekerjaan yang tidak terpaku hanya pada satu space. Tidak hanya diam, menunggu tanggal gajian lalu berulang sampai tahun berlalu tanpa terasa lantas saya jadi tua dan kalang kabut nyari jodoh :D. saya waktu tujuhbelas itu pengen jadi penulis. Jadi sastrawan. Jadi seseorang yang dapet duit dari sesuatu yang disenangi. Dan saya sangat senang menulis. Sa...

Kematian

Image
Entah angin apa, sy sedang banyak bertanya tentang kematian, akhir akhir ini. Ditambah satu-dua kabar kematian -entah dari jauh maupun dekat- yang datang, rasa rasanya tidak berlebihan jika kemudian tertuang dalam tulisan (halah gw ngemeng apeeee) Ini dia yang saya tulis dalam chapter terakhir dalam naskah proyek tulisan saya akhir2 ini: Wenggini menghambur berlari menuju Sloan, tak pernah ia berlari sekuat itu dalam hidupnya. Pria itu kini tampak kurus, pipinya tirus dengan rambut acak acakkan. Gelayut lelah menghitam di bawah matanya yang tertutup kacamata. “Wengi?” bola mata Sloan membesar kala melihat perempuan yang namanya selalu ia bisikkan sepanjang waktu itu. Kini keduanya berhadapan, saling menatap. Keduanya mengejar 23 tahun yang terlewat. Wenggini kembali menjadi gadis 19 tahun yang lugu dan Sloan kembali menjadi pria 30 tahun yang gagah, berbalut jas dan dasi serta kacamata berbingkai emas. Sloan mendekap Wenggini sangat erat sambil menggumamkan nama perempuan itu berul...

Distraksi

Selama ini, saya cuma ketawa saat maen ke blog2 kawan. Rata rata mengaku teralihkan atensinya oleh jejaring sosial bernama Twitter. Dan sekarang, saya yang mengalaminya (menertawakan diri sendiri). Twitter ternyata sangat menggoda, kawan! (pengakuan seorang blogger yang udah setaun punya akun twitter tapi baru ngeh cara gunainnya) Oke, kabar baru dari saya : Tanggal lima desember lalu, kakak Menikah. Terus tetangga depan rumah meninggal sehari sebelum resepsi. Ini ironi, kawan.. Well, seperti yang saya bilang, tidak banyak yang ingin saya sampaikan, yang pasti.. Selamat Twitteran Lagi!!!

Fuzzy Friday

Image
Bayangkan, dalam satu rumah ukuran kecil, diisi 17 orang yang hidup bersama. Serius, ini keadaan rumah saya sekarang. Keluarga abah datang dari Jaro, Kalimantan Selatan, 12 orang. Keadaan penuh sesak. Malam ini saya rencananya mau nyari penginapan. T_T can u imagine that? nyari penginapan di kota sendiri? haha, tapi tak apalah, sepuluh tahun sekali ini. Kakak saya akan menikah hari minggu ini, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 26. Kakak selalu bilang beliau lega, akhirnya melepas lajang di usia yang relatif tidak terlampau tua. Orang tua, sanak saudara juga lega, kemungkinan punya anak perawan tua di keluarga berkurang. Saya mungkin masih belum cukup tua untuk mengerti mengapa orang orang tua yang notabene masih teguh pegang adat seperti orangtua saya, begitu paranoid dengan label 'punya anak perawan tua'. Apakah mungkin lantaran stigmasi sosial yang terbentuk kemudian? atau sang orang tua khawatir anak perempuannya yang belum juga menikah akan mengundang ghibah? (buset,...

Menghajar Minggu!

Image
Selamat sore ^^, saya kelar maraton talkshow beberapa hari di minggu ini. Desember juga bakal di isi dengan beberapa garapan acara dari event organizer yang saya ikuti. Sounds like a busy month. Saya kembali sibuk dengan beberapa draft tulisan. Senja Merah akhirnya selesai, total 55 halaman. Kategorinya fiksi, semi novel kali ya. Ntar mau dikirim ke publisher di bandung, milik kawan. Semoga layak terbit, hehehe. Dua bulan yang benar benar menguras kepala. Hahahaha, baru kali ini saya baca buku paket sejarah SMA dan beberapa buku lain demi sebuah karya fiksi. Ntar mau dikelarin lagi. eh, saya juga nemu foto pas siaran di komputer radio.  Dan jangan bilang foto ini yang bakal dijadiin pamflet program T_T lesson of today: "Setiap ghibah yang orang lain berikan padamu, akan memotong pahala 70 sholat fardhu si pelaku ghibah." Jadi guys, banyak banyakin ngomong hal jelek tentang saya doonggg :P

Di Manakah Tuhan Saya?

Image
Pertanyaan itu terlintas di kepala saya sejak kelas enam SD. Usia bertambah, orang tua saya masih berfikiran kaku tentang tuhan dan dogma dogma agama. Tidak hanya agama, saya mulai mempertanyakan takhayul dan pamali pamali yang dipercayai lantaran merasa takut. Ibu saya selalu bilang di kebun pisang ada hantu. Sayapun mempertanyakan dan ingin tahu apa benar ucapan ibu saya itu. Untuk mencari jawaban atas rasa ingin tahu, saya harus membebaskan diri saya dari rasa takut. Malam itu saya berkemah di kebun pisang dan saya sakit kuning selama tiga hari. Istilah banjarnya : kepidaraan. Tapi setidaknya saya tau, itu harga untuk jawaban rasa ingin tahu saya. Orangtua saya bukanlah tipe orangtua yang memukul anaknya kala tak sholat. Meski ayah saya ikut lembaga masjid dan menjadi pengurus surau, beliau selalu bilang bahwa saya akan tiba pada titik pencarian tuhan. Kala itu, ayah saya hanya bilang : Yakini dengan hati Saya masih gemar bertanya tanya hingga bangku SMP, SMA, hingga lulus. SMA kela...

Negara Hitam Putih

Image
Saya adalah penduduk dari negara Hitam Putih. Sebuah negara yang hanya membenarkan keseragaman dan membenci perbedaan. Yang tak seragam, akan dipaksa menjadi seragam. Kalau tidak manut, negara saya akan menurunkan polisi polisi moral bermodal pukul. Saya takut, akhirnya saya ambil doktrin mereka dan saya telan dengan rasa takut. Begini begini, saya masih sayang nyawa. Saya adalah penduduk negara Hitam Putih. Sebuah negara dengan slogan : Yang Banyak Yang Benar. Maka semakin banyak orang orang yang yakin diri mereka benar memaksa orang orang yang mereka yakini salah, untuk dibenar benarkan. Negara saya begitu khawatir dengan moral dan perilaku keagamaan warganya, setiap waktu. Negara saya paranoia jika ada satu yang menyimpang, maka negara akan runtuh. Apa boleh buat, itulah resiko hidup di negara yang penduduknya manut lantaran takut. Saya adalah penduduk negara Hitam Putih. Hanya ada benar salah, dosa pahala dan surga neraka di negara ini. Moral dan akhlak diributkan orang orang di ne...

FPI dan Ideologi Mereka

Image
Look what I found on twitter today : click to memperbesar (wkwkwk, anti ngomong enlarge gw) Yep, saya emang udik hingga baru tau kalau FPI ngebikin akun resmi di twitter. Sebelumnya mah saya temenan sama FPIyeah, akun lucu lucuan. Ga taunya beneran ada yang asli, edan. Saya ngebaca bio mereka sih, bilang gini : Pressure Group di Indonesia mendorong berbagai unsur pengelola negara berperan aktif perbaiki dan mencegah kerusakan moral dan akidah umat Islam Buset, bumi gonjang ganjing langit terbelah dua. Saya benar benar tak menyangka bahwa mereka akan mengklaim diri sebagai pressure group. Dalam konteks literasi langsung, artinya adalah kelompok penekan. Kata 'penekan' sendiri konotasinya sudah jelak, kalimat berpadanan kata 'penekan' sendiri akan menjadi majas peyorasi. Itu kalau diartikan secara literasi langsung. Nah jika mencari definisi, begini kira kira arti pressure group itu : An interest group that endeavors to influence public policy and especially governmental ...

Agama-isme

sengaja saya sisipkan garis mendatar pada dua kosakata di atas. Nampaknya, keduanya belum menjadi kata yang padu. Atau sudah? entahlah, saya tak pandai dalam bahasa. Tulisan ini seperti bentuk khawatir saya sebagai umat bertuhan. Saya sebut bertuhan karena saya punya tuhan, yang saya sayang dan saya ajak bicara setiap hari. Bagi saya, ada dua patahan berbeda dalam konteks beragama. Ada tuhan, ada agama. Saya selalu menggunakan istilah bertuhan untuk merujuk pada apa yang saya yakini. Tapi apakah saya beragama? Entah. Saya terlahir beragama islam, menghabiska menghabiskan masa kanak kanak hingga remaja di sekolah islam berbasis kemuhammadiyahan. Ayah saya seorang muslim taat, beliau sering i'tikaf di masjid dan melakukan ritual islam lainnya. Apakah saya agnostik? tidak, saya tidak sekeren itu. Saya tak bisa menemukan definisi kata untuk apa yang saya lakoni bersama tuhan. Saya percaya agama dan tuhan, dan saya tak bisa mengklaim apakah semua agama benar, karena saya tak pernah bera...

Brick

One of my family members told me to being realistic last day. She is my sister. She told me “You may have a good brain and knowledge overall, but you have to shuttle down your ego and start to be realistic, you cant survive if only hanging on your idealism”. There. Shock me up :D  Now, I just sent 2 job application on 2 different radio, I miss my job to be an announcer, but beyond of that. It could be me to proven that I quiet “realistic”; I hate to hear they always talking about my uselessness. I sick to hear voices that order me to earn some money. Honestly, I hate to work. But “nothing money can’t buy”, isn’t? I have a dream, and I need bunch of money to make it real. My little comic rent-shop :), and my major dream :D to travel this whole world by myself. Hohoho. Which is far far far faaaaaaaaaaaaaaaaar away from reality. But at least, I’m still trying. Huh? The reason why I decided to applying a job is simple: I need money. My fam needs money. My mom told me that I a ...

Implikasi Adiksi Sinetron Indonesia Pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Selamat Sore dan Salam Sejahtera Dan Assalammualaikum Wr. Wb Sate, Bakso, Emping, Kerupuk, Semuanya Enak! Baik, dalam panel kali ini kita akan membahas mengenai dampak candu sinetron pada pertumbuhan ekonomi nasional. Saya, Dra. Rusnani Anwar S.om S.Kop S.os akan menjelaskan melalui pandangan ilmiah sesuai bidang ilmu yang saya kuasai. Sesuai gelar, saya pandai merayu Om om, sempat bergabung dengan Koperasi Sejahtera milik bu lurah dan saya gemar makan sosis. Saudara saudara dalam lindungan tuhan (kok berasa khotbah yak) Saya sangat prihatin atas maraknya penayangan sinetron di televisi Indonesia. Episode episode sinetron tersebut kerap membuat saya sakit perut dan merasa lapar. Saya sendiri gagal menemukan apa korelasi antara sinetron dan perut yang lapar. Saya lapar, beri saya makan, maka kejahatan akan hilang dari muka bumi, berpindah ke pantat bumi dan bagian tubuh lainnya. Mari kita berkaca, siapa sebenarnya yang paling banyak mengkonsumsi tayangan sinetron? benar, adalah ibu ibu ...

Membangun Scene Metal

Image
Sampit Perlu Perubahan! Sore itu, saya menyempatkan untuk menyapa seorang kawan, Kimung. Namanya mungkin tidak lagi terdengar asing. Terlebih untuk ranah musik keras Bandung. Ia, merupakan salah satu yang memprakarsai pembentukan scene UjungBerung Rebels (yang kemudian lebih dikenal dengan nama Uberebels). Ujung Berung, bagi beberapa scene metal di kota kota lain, bisa dianggap sebagai kiblat. Atau jika tak ingin terdengar berlebihan, Ujung Berung dapat disebut sebagai salah satu scene musik keras tertua di Indonesia. Via chatting, ia menjelaskan mengenai seperti apa keadaan Uberebels sekarang dan masa lampau. Saya lantas mencoba untuk mengkomparasi antara Bandung dan kota saya, Sampit. Sebelumnya, saya ingin mengenalkan Sampit. Ini adalah sebuah kota kecil di Kalimantan Tengah, posisinya berdekatan dengan Palangkaraya. Sampit, pada dasarnya memiliki potensi besar untuk berkembang (dari segi pergerakan musik). Mungkin, kami hanya belum berkesempatan untuk berkembang. Poin p...

Pencitraan

Saya banyak mendengar/membaca kalimat ini belakangan. Apa itu pencitraan? saya yang semasa sekolah dulu berjurusan IPS menemukan kata 'penctitraan' dalam pelajaran Geografi. Dan saya meyakini, pencitraan yang dimaksud bukan pencitraan satelit angkasa luar seperti yang ada dalam textbook geografi. People portraying something, creating a opinion on it. That's pencitraan. Di Indonesia, pencitraan justru berlaku sebaliknya. People creating some opinion about something, dan menyuguhkannya sebagai citra. Image, gambaran. Saya menemukan kalimat ini dalam The Colbert Report. Semacam tivi show amrik yang mengusung slaptical joke/sarkasm joke dalam tayangannya. "I always pictured Indonesians communicating by banging coconuts on a log" It just so sad to knewing the wolrd portraying us as a super primitive primate. Saya sih bangga, sebenarnya. Indonesia bisa masuk ke dalam acara sekelas The Colbert Report. Tapi TIDAK dengan isu ini! tonton videonya di sini . Yep, menkominfo ...

Flood!

Image
Well, seems like everything turn okay today. Hanya saja, rumah saya kebanjiran dan sepanjang malam saya tersiksa dengan suara tikus yang mati kembung secara perlahan. Photo(s) will uploaded later. Post ini, hanya untuk memastikan apakah signature yang saya bikin really works. hehe. Regards! Update : here the picture of my floody home: Lantai Kamar (Dapur) if you guys ask how it felt when you seeing a rat swimming around your dinner table, it suck!

Slowly Day

Image
Nothing happen today. I just made a progress for my new project ^^ Ah.. semoga bisa berumur panjang..

Reuni dan Ketidakmampuan Meninggalkan Masa Lalu

Saya tengah membongkar bongkar file lama di komputer, siang ini. Niatan saya sih pengen ngehapus data data ga berguna demi memaksimalkan space memory hardisk. Selama ini, saya terbiasa menyimpan data dengan urutan bulan+tahun. Semakin saya membuka file file tahun dan bulan lama, makin susah tangan saya mengklik tombol del di keyboard. Saya kemudian terlempar ke tahun tahun itu, setiap saya ngeclose satu folder dan berpindah ke bulan dan tahun lain. "Edan, betapa kenangan berhasil menjebak orang dalam keadaan diam," batin saya. Akhirnya, siang itu berlalu hingga menjelang sore dan saya tak berhasil menghapus satupun file yang ada. Ini sebabnya banyak orang yang justru menambah memory hardisk ketimbang ngehapus yang ada, kali ya.. Saya, dan mungkin banyak di antara kita, terbiasa menimbun kenang kenangan. Di era informatika seperti sekarang, kenangan itu tidak lagi berupa kartu pos atau lembaran foto 4 R berlatar pemandangan. Tidak juga dalam bentuk pernik lucu yang mengingatka...

Look Inside

Image
This is what I wrote on my wordpress blog, that time: Tentang Hari Ini, Orang Utan dan Itik Mutan Berpantat Karung Beras . September 23 rd , 2009. 09.01 pm. damn, that was my longest motorcycling journey that I’ve ever done!. 4 jam pantat saya bergetar! Gila men, ini rekor goyang dangdut nasional. Namanya Goyang Getar! Mari kalahkan Jupe, yeah! :P Ini bukan joke. Absolutely not a joke. I was AS LITERALLY hang over (tergantung gantung, terlunta lunta di tengah biadabnya dunia). (bukannya “hang over” which mean “mabok” :D) Sebuah penyiksaan keji berkedok outbond (well, though the owner of that place called it as outbound, (it was so fun to figuring James “Bound” gonna “out”. LOL) saya tetep suka sama bond ah). o ia,I was found some awkward word during our journey. Here they are: (maap buat yang ngerasa, no offense yaaaa) Di pom bensin Sampit, ada banner kecil dengan tulisan “maaf atas gangguannya, sedang ada renopasi”. Damn men, saya ngakak tanpa prikemanusiaan. Di ...

Kepala Sang Demonstran

Rumah sakit itu tiba tiba terkenal. Seorang dokternya berhasil menemukan cara untuk melihat isi pikiran manusia. Dokter itu hanya perlu memenggal kepala orang yang sudah mati (atau yang masih hidup pun tak apa, kalau dia memang benar benar ingin dilihat isi pikirannya). Dokter itu kemudian menjadi sangat terkenal. Banyak kasus pembunuhan berantai dan perampokkan yang memakan nyawa bisa diselesaikan berkat tampilan gambar dari kepala korban. Apa yang dilakukan si dokter sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Banyak dukun dan jejampi kampung yang bisa melakukan hal serupa. membaca isi kepala orang. Tapi si dokter menjadi fenomena. Tentu saja, lantaran gelar dokternya, dan betapa mudahnya teori si dokter dicerna logika. Di negara itu, orang orang menjadi sangat paranoid dan ketakutan hingga tak mudah percaya pada apapun yang tak berbukti nyata. Ketenaran si dokter dengan cepat menyebar kemana mana. Si dokter kemudian dipekerjakan oleh negara untuk membantu polisi. Si dokter awalnya me...