Tentang Miskin dan Tidak Bertuhan
baru pulang kerumah. kelar nonton razia gelandangan dan pengemis. I hate to admitted, but I just cry, badly. sebut saja aku berlebihan. tapi mendengar kalimat "Suami sudah meninggal, kalau nggak ngemis mau makan apa," dituturkan nenek-nenek 79 tahun, nggak tahan juga. ternyata, aku bisa nangis juga :D hahahaha. yang paling bertanggung jawab siapa? pemerintah? masyarakat? diri mereka sendiri? tuhan? entahlah. "Memangnya nggak takut anaknya sakit bu? kalau di ajak ngemis malem-malem gini?" "Tuhan yang menghidupkannya, tuhan jua yang mematiakannya," itu anak loh bu, bukan gameboy yang bisa di on-offkan atau dicabut baterainya. nggak berlebihan kan, kalau lantas aku nulis Sebuah Murka Ketidakberdayaan ini membuat kami pesimis. Ketidakmakmuran ini membuat kami apatis. Kemiskinan ini membuat kami atheis. Kami berdesak di antara jalan berdebu dan parit parit penuh kotoran. Kami merajut nyawa dengan membanting segalanya di jalanan. Kami tak lagi seked...