Posts

Showing posts from June, 2012

Tentang Miskin dan Tidak Bertuhan

Image
baru pulang kerumah. kelar nonton razia gelandangan dan pengemis.   I hate to admitted, but I just cry, badly. sebut saja aku berlebihan. tapi mendengar kalimat "Suami sudah meninggal, kalau nggak ngemis mau makan apa," dituturkan nenek-nenek 79 tahun, nggak tahan juga. ternyata, aku bisa nangis juga :D hahahaha. yang paling bertanggung jawab siapa? pemerintah? masyarakat? diri mereka sendiri? tuhan? entahlah. "Memangnya nggak takut anaknya sakit bu? kalau di ajak ngemis malem-malem gini?" "Tuhan yang menghidupkannya, tuhan jua yang mematiakannya," itu anak loh bu, bukan gameboy yang bisa di on-offkan atau dicabut baterainya. nggak berlebihan kan, kalau lantas aku nulis Sebuah Murka Ketidakberdayaan ini membuat kami pesimis. Ketidakmakmuran ini membuat kami apatis. Kemiskinan ini membuat kami atheis. Kami berdesak di antara jalan berdebu dan parit parit penuh kotoran. Kami merajut nyawa dengan membanting segalanya di jalanan. Kami tak lagi seked...

Yang Berlari Dari Masa Lalu

Langkahnya terseok, meningkahi kucur merah dari lubang menganga di pangkal kakinya Sesekali ia mengeram, jatuh bersimpuh Darah masih mengalir, bertambah deras dari lubang telinga Liurnya menetes, merah juga warnanya, geraham bungsu hingga taring remuk semua Matanya mengerjap, terik matahari merangsek masuk Kali ini darah masih di sana, kepalanya tersayat delapan Nafasnya memburu, meregang nyawa Dicengkramnya lengan kirinya, melepuh bekas setrika Wenggini coba menghapus tattonya Pun tetap jua sepatu lars dan todongan senjata kejutkan pagi harinya Di sela nafas yang sepenggal sepenggal Tetes liur bercampur darah dari lidahnya yang dipotong Menggumam gumam tanpa suara “Aku takkan mengaku..”

Spontanious

Baru saja memangkas nyaris habis rambut yang sudah saya panjangkan 2 tahun belakangan. Entah lompatan spontan macam apa lagi yang akan saya ambil berikutnya.

Suatu Sore, Jakarta

Image
Di suatu sore yang indah, Nani memutuskan untuk jalan jalan dan menggunakan moda transportasi tersohor bernama busway. Oke, ini memang bukan kali pertama saya naik busway, ini ketiga kalinya. Oh betapa beruntungnya saya yang tidak harus banyak bersinggungan dengan transportasi umum lantaran saya tinggal di kantor . Jadi ya.. ga harus jalan jauh kalo mau ngantor. *krik* *krik*, ditambah dengan ke mana mana selalu menggunakan taksi, maka kali ini perjalanan menggunakan busway terasa HUWOW. Rute saya adalah Cipete-Pasar Festival. Berbekal situs ini artinya saya harus naik dari halte Pejaten menuju GOR Sumantri.Melewati delapan halte di jalur 6. Okelah, kalo udah nyampe halte busway mah gampang, tinggal duduk manis lalu sampai. Dengan tekad bulat untuk tidak menggunakan taksi, saya naik angkot nomer sebelas rute pondok labu-pasar minggu untuk mencapai halte. Tiba di perempatan Cipete Raya - Jeruk Purut, angkot yang saya tumpangi menunaikan fitrahnya sebagai angkot, memotong jalan yang...

Superior

Image
Tidak ada kaitannya dengan Super Junior maupun produk Super Bubur. Menurut situs ini , superior adalah kondisi di mana seseorang berperasa lebih soal siapa yang lebih baik, lebih kaya, lebih berkuasa, lebih tinggi dalam berbagai kondisi strata dan status sosial lainnya. Menilai orang lain adalah perkara gampang, buatlah suatu standar perilaku tertentu dan lakukan analisa sederhana (sesederhana membaca rangkaian tweetnya, atau beberapa postingan facebook beserta foto profil, misalnya) lalu voila! berbagai label akan segera menempel. Mulai dari snoob, noob, hipster, alay, atau istilah apapun yang memberikan perasaan lega lebih lebih, superior. Namun mudahkah bagi kita untuk memberikan standar perilaku tertentu dan melabeli diri kita sendiri dengan berbagai adjektifa? Atau mencoba jujur bahwa pada beberapa level kita sedikit melewati batas dan mencari perlindungan di balik kekurangan seseorang, atau sekedar merasa takut atas insekuritas lalu hidup dengan tameng bernama superioritas. ...

Japan Porn and A Slightly Annoying Explanations

Image
Gambar nemu di google Keinginan untuk merilis postingan semacam ini bermula dari seorang teman yang melayangkan sebuah link ke messenger saya. Adalah sebuah situs hentai yang nampaknya luput dari upaya pemblokiran kemkominfo dan masih bisa diakses dengan mudahnya. Di ujung video saya hanya mengumpat dan bersegera membalas pesannya. "That was the kinkiest, worst hentai that I've ever watch!" dan kami tertawa panjang. Iya, saya mungkin terkesan seperti maniak yang gemar membahas hal hal mesum di media sosial. Tapi sungguh, ini kali pertama saya menonton hal tersebut dan gelisah lantaran tak tau harus menunjukkan ekspresi semacam apa. Kalau pernah nonton Two Girls One Cup, ini tuh lebih njijiki. Entah kenapa saya masih berkawan dengannya. Yang menarik perhatian saya adalah, nyaris di setiap JAV dan hentai yang bersebar tersebut, pemeran wanita selalu dalam keadaan dipaksa melakukan seks. Teriakan dan tangisan mendominasi satu sesi video. Terasa aneh, sekinky ituka...

Konsep Waktu

Satu satunya yang berhasil diurai dari waktu adalah kalkulasi. Hukum fisika menyebutnya  t,  kode untuk time,  waktu. Satuannya sekon, banyak rumus yang kemudian memuatnya. Dari yang paling sederhana seperti gerak lurus beraturan (s=v.t) sampai yang ribet seperti hukum kekekalan momentum (m1.v1 + m2.v2 = m1.v’ + m2.v’) di mana sebelum mengerjakannya, v' harus dihitung dari m/s. Yes, kita harus menghitung sebelum mulai menghitung, Ini sebabnya saya tidak menjadi fisikawan :p Setelah kalkulasi didapat, baru kita bisa menimbang nimbang waktu. Bermain di area bernama estimasi. Perkiraan. Tidak ada yang pasti, bahkan dalam ilmu pasti sekalipun. Karenanya kita mengenal  phi,  atau yang tengah popular berkat serial Revenge, infinity symbol. Infinity times infinity. Tak terhingga. Saya tidak cukup pandai untuk menjabarkan waktu dari perspektif newton atau james joule. Saya bahkan tidak tau siapa mereka. Namanya cukup keren buat memberikan impresi bahwa saya cukup m...

Konversi Minyak Tanah ke Gas, Berita Gembira (?)

Image
foto diambil dari sini Masih ingat kebijakan pemerintah berupa peralihan pengggunaan minyak tanah ke gas beberapa tahun lalu? saat itu kompor gas dan tabung gas 3 kilo berwarna hijau menjadi buah bibir. Di Jakarta, konon program ini sudah digalakkan dan tergolong berhasil. Tak heran jika kini susah menemukan minyak tanah dijual di warung warung depan gang. Berganti dengan tabung tabung hijau unyu, berderet banyaknya.  Program nasional ini secara perlahan diterapkan ke daerah daerah. Tercatat Aceh, Banjarmasin dan beberapa kota lain tergolong sukses dalam upaya konversi ini. Tujuannya jelas, pasokan minyak tanah dunia menipis dan negara ini mulai keteteran untuk melakukan impor. Dengan penggunaan gas, semoga kita semua bahagia. iya, sesederhana itu. Di Kalteng sendiri, kampanye penggunaan gas mulai bergaung. Didukung dengan kelangkaan BBM yang saya alami sendiri dua minggu terakhir saat berlibur di Sampit, kota kelahiran saya. Minyak tanah melonjak di harga 7.600 per li...