Posts

Showing posts from May, 2011

Bias Malam Minggu

Aku tidak begitu menyukaimu, sebenarnya. Hanya saja aku kesulitan membayangkan bagaimana harus menjalani hidup tanpa kamu. Kamu kaya sepejal udara, sederhana tapi krusial. Sekaligus, itu yang aku benci dari kamu. Kembali ke soal aku-tidak-terlalu-menyukaimu. Aku menemukan berjuta konsep untuk hidup tanpa kamu. Dengan kemungkinan kemungkinan yang sangat besar bahwa aku benar benar bisa hidup tanpa kamu. Tapi semua berbatas konsep. Seperti kamu memikirkan teori teori soal hidup tanpa negara. Tapi kesulitan menemukannya dalam batasan nyata. Se science fiction itulah hubungan kita. Aku tidak begitu menyukaimu, sebenarnya. Kita berbicara. Bertemu. Berdiskusi. Menjadi teman sekaligus duet terbaik dalam mengentaskan segala pertanyaan yang terkadang kita ciptakan sendiri. Misal, tentang bagaimana jika holocaust benar benar tidak ada dan sekedar mitos yang diturunkan pada orang orang yahudi sebagai ode pengantar tidur. Meski kemudian kita tertawa sendiri dan seakan mendengar Heinr...

(Masih) Meteor Garden

Duhai dewa dewi dan seluruh penghuni langit, maapkan hamba.. Hahaha, jadi setelah sekian tahun bersikap ngenye dan nyinyir lahir batin terhdap segala jenis boyband dan perdramaan Asia, aku terjangkit tulahnya. Semacam kecanduan nonton Meteor Garden sejak seminggu terakhir. Dan sesungguhnya, aku ngerasa berdosa banget udah nulis posting beginian. Aku sudah menodai fitrahku sebagai anak gaul yang tidak mengkonsumsi segala produk cengeng, ya Tuhan.. Oke cukup. *ehm* Sejauh ini sudah nonton 20 episode. Tepat di saat Shan Cai memutuskan buat pindah dari Taipei untuk tinggal bersama orangtuanya. Adegan hujan hujanan ini jauh lebih menyentuh ketimbang last date-nya Ju Min Ho dan Geum Jan Di di Boys Before Flowers, versi koreanya. Dan akupun ga ngerti kenapa malah pake acara mengelaborasi hal kaya begini.. Eniwei , kakak akhirnya keluar dari rumah sakit dan akupun resmi menjadi tante. Yak, umur belum 20 udah jadi tante bok.. Selamat datang di keluarga absurd ini ya :D

Empty House

Beberapa hari belakangan kakak masuk rumah sakit. Alhasil berimbas ke para penghuni rumah yang mencurahkan seluruh atensi mereka ke kakak. Aku ga masalah sih, wong orang sakit ya wajar kalo ditungguin. Tapi menemukan rumah selalu kosong saat pulang dan harus sendirian di rumah lantaran ayah-ibu nginap di rumah sakit bikin aku rada mikir: "Kalo misalnya aku sakit, kira kira bakal heboh ga ya?" Hihihi, kedengerannya egois banget ya, sempet sempetnya mikirin diri sendiri pas lagi ada yang sakit gini. Habisnya, nyaris seluruh hidupku aku gapernah mengalami sakit yang mengharuskanku inap. Dan mudahan jangan sampe sih. Tapi serius, it bugs me. Mulai mikir soal apakah bakal ada yang ngejenguk, apakah ruanganku bakal dipenuhi kawan kawan dan keluarga, dan sebagainya dan sebagainya. Idih, postingan kali ini kenapa jadi emo banget? wkwkwk. Eniwei, hari ini cape banget pake B kapital. Harus bolak balik nganter ibu, nenek, adik, tante dan segenap keluarga besar ke rumah sakit secara mar...

Bucket List

Iseng iseng main ke Vivanews, malah nemu berita beginian . Intinya, kiamat diramalkan terjadi tanggal 21 Mei 2011. Empat hari lagi. Jeng Jeng. Empat hari lagi diramalkan kiamat dan aku masih perawan. I don't wanna die as a virgin :D Jadi kepikiran kan ya, kalo misalnya kiamat beneran bisa diprediksi, diset up dan ditentukan tanggalnya, kira kira kamu mau lakukan apa sebelum mati? Aku ngebikin bucket list, the quickest one. 1. Aku pengen nonton hujan di Jepang dan jalan kaki di malam hari di Manhattan. 2. Aku pengen ngebaca Wesanggini di kota tua Jakarta. 3. Belajar gitar, piano dan biola. 4. Ngobrol panjang lebar sama orang asing dalam pesawat. 5. Belajar renang. 6. Kiss a stranger. 7. Makan di Pizza Hut dan make fun with their waitress. 8. Nyanyi lagu Someone Like You-nya Adele di kawinan mantan. 9. Merayakan ulang tahun di atas Manglayang :) So far baru itu bucket list yang kebayang. Dan sepertinya memerlukan waktu lebih dari empat hari buat memenuhi semuanya. Eniwei, sekian dulu...

"Kamu tuh jarang marah ya,"

Akibat menghabiskan akhir pekan dengan film Anger Management dan mendapat komentar seperti di atas dari seorang kawan yang secara engga sengaja memformat flashdisk dan membuatnya ga bisa berfungsi lagi, aku jadi kepikiran. Iya, ya, dipikir pikir aku kok jarang marah ya? Atau tepatnya, aku nyaris tidak pernah menunjukkan kemarahanku kepada orang yang bersangkutan. Aku tidak ngedumel, tidak ngambek, tidak meluncurkan kata kata yang bisa bikin dia merasa bersalah. Kalimat andalanku saat seseorang berbuat 'salah' padaku; "Ga papa kok, santai aja," Seakan kehilangan empat giga lagu lagu yang sudah didownload selama berbulan bulan dan ga ada back upnya itu adalah hal biasa yang engga layak untuk dijadikan ajang memarahi orang. Bukan, aku bukannya engga bisa marah, I do, betul betul marah padanya. Tapi ya ga bisa aku lampiasin gitu. Mangkelnya tetap bertahan sampe sekarang. Ga cuma untuk perkara marah sih sebenarnya, aku terbiasa buat mengiyakan semua hal yang terjadi. Denga...

Giant Step

Selama beberapa bulan belakangan aku konstan ngirim contoh mini novelku, Jejak Senja, ke beberapa penerbit dan editor. Barusan, dapet kabar dari salah satu editor yang aku kirimin kalo contoh tulisanku sudah selesai dibaca dan akan direview minimal besok. Sekarang sih sedang menunggu hasilnya, tentu dengan harapan; semoga diterbitkan. Sabtu lalu, dalam balutan uring uringan malam minggu dan I-have-nothing-to-do, aku iseng bikin Petisi Usia. Melalui ritual buka jendela, minum teh hangat dan satu album Frank Sinatra, aku menemukan simpulan janji untuk aku jalani terhitung sejak tahun depan. Bahwa; Aku akan berhenti bercita cita menjadi penulis jika tidak ada satupun tulisanku diterbitkan. Agak childish sih, kesannya ngambek sama umur :D but hey! aku duapuluh tahun depan dan masa sampai umur itu aku masih ribet berkutat dengan tetek bengek mimpi. Bercita cita menjadi penulis dan kuliah sastra di kota besar aku cukupkan untuk usia belasan saja. Saat menginjak angka duapuluh, aku semacam be...

So Long, Laden

Image
Selamat Hardiknas! Sejak hari ini, Dua Mei tidak lagi dikenang sebagai hari pendidikan nasional deh kayaknya :D Osama bin Laden, pemimpin Al Qaeda dinyatakan tewas pada Minggu malam di Islamabat or somewhere. Sok lah dibaca di sini . Dan yang menjadikan ini resmi, adalah pernyataan dari gedung putih yang disampaikan langsung oleh presiden Amerika Serikat. Well, seems like it take Obama to kill Osama Media madness yang berlangsung seharian ini bikin beberapa typo muncul dan sukses bikin ngakak. Mulai fox sampe metro tipi! *fox news* *metro tipi* And what I wrote on twitter and facebook due this madness: So long, Laden!