Bias Malam Minggu
Aku tidak begitu menyukaimu, sebenarnya. Hanya saja aku kesulitan membayangkan bagaimana harus menjalani hidup tanpa kamu. Kamu kaya sepejal udara, sederhana tapi krusial. Sekaligus, itu yang aku benci dari kamu. Kembali ke soal aku-tidak-terlalu-menyukaimu. Aku menemukan berjuta konsep untuk hidup tanpa kamu. Dengan kemungkinan kemungkinan yang sangat besar bahwa aku benar benar bisa hidup tanpa kamu. Tapi semua berbatas konsep. Seperti kamu memikirkan teori teori soal hidup tanpa negara. Tapi kesulitan menemukannya dalam batasan nyata. Se science fiction itulah hubungan kita. Aku tidak begitu menyukaimu, sebenarnya. Kita berbicara. Bertemu. Berdiskusi. Menjadi teman sekaligus duet terbaik dalam mengentaskan segala pertanyaan yang terkadang kita ciptakan sendiri. Misal, tentang bagaimana jika holocaust benar benar tidak ada dan sekedar mitos yang diturunkan pada orang orang yahudi sebagai ode pengantar tidur. Meski kemudian kita tertawa sendiri dan seakan mendengar Heinr...