Posts

Showing posts with the label Tulisan Tulisan

2015 Mixtape : Rambling Mind

Image
Temuan menarik tahun ini adalah Spotify, semacam aplikasi musik yang memungkinkan kita menjelajah trilyunan lagu dan mendengarkannya secara streaming dan membuat playlist sendiri. Lantaran Indonesia masih dianggap sebagai third world country oleh developernya, jadi untuk bikin akunnya kudu pakai proxy (yang mana saya ga tau apa apa soal ini kecuali kenyataan bahwa proxy mirip dengan merk baju). Terimakasih untuk seorang kawan yang telah berbaik hati membuatkan akun rusnanianwar! Mengikuti zinemaker favorit saya, Ilham Satrio yang konsisten tahun ke tahun membuat mixtape di bulan Desember, sayapun terpikir buat melakukan hal serupa. Didukung oleh aplikasi mahadahsyat bernama spotify tadi, here's my 2015 mixtape: Rambling Mind. 1. Halsey - Ghost (Badlands, 2015) Halsey adalah Lorde, Ed Sheeran atau bahkan Justin Bieber. Penyanyi penyanyi yang menuai popularitas di usia muda berkat kuasa viral. Alasan menjadikan lagu ini sebagai lini pertama Rambling Mind mixtape adalah pe...

Mediasi Lupa

Kerusuhan 2001 adalah isu kelewat sensitif hingga media media lokal berhenti melakukan pemberitaan memorial tahunan di tahun ke sebelas paska kejadian. Hal ini terlewat begitu saja. Menjadi satu dari sekian banyak sejarah berdarah yang terjadi di negara pelupa, Indonesia. Namun apa yang tersisa paska terjadinya sebuah insiden? Trauma. Belasan tahun lewat seusai kejadian yang menyisakan berita berita dengan suntingan sedemikian rupa meminimalisir penggunaan etnis tertentu atau kota tertentu ini, sebuah kasus pembunuhan terjadi di Pangkalanbun, Kotawaringin Barat. Kabupaten tetangga Kotawaringin Timur -Sampit- tempat insiden 2001 terjadi. Kronologis kejadian dapat dibaca online melalui koran Borneo News di sini dan di sini . Berita Tabengan ada di sini . Saya paling sering mendapat teguran "Sudah Nan, jangan diungkit ungkit lagi" setiap bertanya kepada orang orang di sekitar maupun beberapa pejabat yang pernah terlibat insiden 2001 saat riset penulisan memorial s...

Logika Rasa

Image
Saya lupa mereview tulisan ini. Eniwei awal bulan silam saya mengkontribusikan tulisan alakadarnya untuk zine Suketteki yang terbit fisik di kota Malang. Yang berada di kota itu monggo disabet zinenya, gratisan ini. Disusun oleh Eko Marjani dan Hangga Rachman, dua penggagas scene alternatif Malang yang namanya udah malang melintang itu (sumpah saya ga kreatif banget hari ini) menjadikan Suketteki sebuah zine yang ga ada hubungannya dengan Jepang sama sekali. Suket teki kali ya, pepatah jawa soal gajah yang tertimbun rumput teki itu. Eniwei saya menulis ini; L o g i k a Rasa                               Rusnani Anwar | @polariaaa Tidak semestinya perkara rasa dijabarkan melalui logika. Demikian yang saya dengar dari kicauan tweet seorang pesohor akademik. Diam diam saya mengamini. Tidak selayaknya sesuatu yang definisinya saja tidak jelas ditempatkan dalam logika jika A adalah B maka B adalah ...

Label

Image
GOOGLE Disadari atau tidak setiap orang punya label di jidat mereka. Disengaja atau tidak, kamu dan saya menempelkan label pada setiap orang. Label berlaku untuk dua sisi dengan prefiks di-labeli atau me-labeli, objeknya diri sendiri dan orang lain. Melabeli diri sendiri adalah proses personal branding,  pencitraan. Seperti disebut di atas sengaja atau tidak setiap orang memilih label mereka sendiri. Playboy, heartbreaker,  matre, pembohong, baik hati, setia, rakus, kasar dan sejumlah kata sifat lainnya. Bagaimana sebuah label terbentuk? melalui repetisi tindakan. Kehidupan kian instan sehingga kini sebuah pencitraan bisa dilakukan  hanya dengan  repetisi ucapan. Seberapa sering kita berupaya untuk menegaskan sudut pandang dan ketetapan sikap melalui kicau twitter? Label itu kian rimbun, merangsek ke area yang lebih luas dengan ribuan suku kata baru. Label label yang bermuara pada sufiks -isme -isme, pada istilah istilah posmo, pada sebutan dan ciptaan b...

Mengunjungi Area Brengsel (lagi)

Image
Tiga tahun lalu adalah kali terakhir saya datang ke areal Brengsel (NV Bruynzeel Dayak Houtbedrijven). Kala itu tujuan saya untuk meliput kenangan atas kilang penggergajian kayu tercanggih / dan terbesar se-Asia Tenggara itu. (bisa dibaca di sini dan di sini ) Hari ini saya datang kembali untuk mengambil foto. Menyusul kabar akan dibangunnya Citywalk di area ini , rasanya sayang saja kalau saya tak sempat mengabadikan beberapa foto jika kelak tempat ini akan diratakan dengan tanah. Brengsel adalah bagian dari sejarah Kotim yang umurnya baru 60 tahun itu. Kilang penggergajian ini sempat menjadi sentra kehidupan masyarakat Sampit mengingat pekerjanya saja mencapai 2.000 orang . Mama kerap bercerita tentang taman kota Sampit dulunya merupakan lapangan sepak bola, gereja Maranatha dan Don Bosco, area pekuburan Kristen dan Mentaya Theater serta area bilyard yang semuanya berada di sekitar area brengsel. Juga jalan Gatot Subroto yang merupakan perumahan pekerja kelas me...

Damn, I'm Good

Image
Kegiatan bongkar membongkar kumpulan data tahun 2010 untuk kawan yang akan bertandang ke Sampit berujung pada sekardus penuh coretan tangan maupun print out puisi-sajak-cerpen era 2005-2010. Data yang dicari baru ketemu sebagian, saya yang perhatiannya gampang sekali teralihkan itupun sibuk membaca ulang, menertawakan cerpen cerpen yang ditulis saat SMP (salah satunya berjudul F4 Nyasar) lalu terkagum kagum dengan tidak kurang 214 lembar print out puisi-sajak yang semuanya ditulis di tahun 2010. Saat itu saya sign out dari koran di bulan agustus dan menjadi pengangguran hingga akhir 2011. Satu satunya sumber penghasilan adalah siaran radio yang jumlahnya tidak lebih dari 300 ribu per bulan. hahaha. Dalam kondisi demikian, indra perasa saya menjadi sangat sensitif terutama untuk perkara kemiskinan. Semua hal menjadi tidak benar, semua hal menjadi tidak sesuai. Dalam kondisi serba tidak nyaman itulah puisi puisi satir muncul dan hingga saat ini, saya sangat menaruh respek pada ...