Posts

Showing posts from January, 2011

Pria Bertopang Dagu

Ada pria bertopang dagu, senja itu. Pria bertopang dagu duduk di dipan lusuh dekat pintu. Ada reka reka hidup melintas di depan pria bertopang dagu. Hidup itu warna warni, biru ungu abu abu. Ada pria bertopang dagu, sore Sabtu. Entah apa yang ia pikirkan, matanya menggelayut pilu. Pria bertopang dagu tak bergeming, Kepalanya kaku. Ada pria bertopang dagu, wajahnya kuyu. Ah, pria itu, rupanya ayahku :)

Halo! Tuan Sembilan Belas

Image
Jadi ceritanya saya sekarang sudah sembilan belas tahun. Nah, ceritanya lagi, saya semacam gagal menyusun resolusi untuk umur ini. Tuan sembilan belas seperti menjegal saya yang selama ini gemar mengumbar khayalan khayalan utopis. Nani: "Aku ingin begini aku ingin begitu" Tuan Sembilan Belas : "Heh! REALISTIS, TOLOL!!" Iyah, Tuan Sembilan Belas memang kejam. Setelah ngomong gitu, dia membanting saya yang tengah terbang ke tengah tengah manusia (mengaku) sosial dan sibuk dengan komputer, kertas kertas, dan blackberry masing masing. Tuan Sembilan Belas berkata: "Kamu itu sudah sembilan belas tahun Nan. Kamu harus menjadi dewasa jika tak ingin mati mengawang awang. Kamu harus berhenti bermimpi terlalu jauh. Aku malu pada Nyonya Dua Puluh jika kamu masih terus kekanakkan begini" Ia lantas memberi saya wejangan untuk segera mencari pekerjaan yang serius, berpacaran tanpa standarisasi muluk, dan sesegera mungki...

Semacam Jemu

Entah kenapa belakangan ini saya begitu merasa lesu. Seperti jenuh or something. And for god sake, entah sudah berapa miliar kata 'jenuh' saya lontarkan di blog ini. Sebagai seorang Capricorn yang (katanya) berkaraker Sanguin, maka saya sudah melakukan penyimpangan yang amat sangat terhadap kedua hal tersebut. Saya menemukan bahwa diri saya ternyata persona membosankan, sendu, dan yang pasti, sama sekali bukan periang :D kurang lebih ini komentar kawan saya saat saya tak sengaja mendengar obrolan mereka. "Nani itu kenapa ya? kok beda banget sama zaman SMA? Dia dulu lucu, sekarang serius banget. Serem" "Iya ya, beda banget, dulu dia nyambung sama kita, sekarang kok jadi suka bicara hal aneh aneh gitu?" Yes, it kinda struck me real hard. I mean, yes I know I'm changing. Tapi. Apakah semenyedihkan itu? Saya tau yang terbijak sekarang adalah tidak memasukkan semua komentar orang ke dalam hati lantaran mereka tak punya hak apapun dalam pembentukkan pribadi sa...

Selamat Ulang Tahun, Tahun Yang Tak Berulang.

Image
Yep, saya ulang taun hari ini. Sebuah ulang tahun, pertambahan umur, apalah itu. Sepuluh Januari 1992, sembilan belas tahun lalu saya jebret ketemu dunia. There's so many thing happen. Gila ye, saya sembilan belas tahun sekarang. Sebenarnya ga banyak yang saya lakukan di usia 18 lalu. Sepengingat saya, usia itu saya habiskan hanya untuk bekerja. Ya ya.. Bekerja bekerja dan tidur sesekali, sesempatnya. Di akhir usia 18, akhirnya saya resmi unemployee. Kali ini bermaksud buat ngebikin hidup yang lebih menyenangkan dan.. Well, lebih "bermakna". Meski kemudian saya menemukan, 18 taun saya tidaklah seistimewa yang lain. Indeed, saya memang bukan orang istimewa. Entah kenapa postingan ulang taun saya kali ini sedikit berbeda dengan post post tentang ulang taun saya sebelum sebelumnya. Yang begitu powerfull dan berapi api. Seakan siap meninju, menghajar dan memenangi satu taun pertambahan usia lagi. Tapi kali ini saya seperti lelah. Seperti.. Menyerah :) Alih alih mengadakan syu...

Kota Para Dewa

Image
Jakarta adalah kota para dewa. Ada beribu tubuh dengan tujuan bahagia tinggal di sana. Jakarta adalah negeri para penguasa. Yang berkuasa atas takdir dan nafasnya. Jakarta hadir tidak cuma dengan iming iming bahagia, konon ia juga hadir bersama perpanjangan nyawa. Ya, banyak orang orang berumur selamanya tinggal di Jakarta. Kalaupun tubuh mereka mati, roh roh pencari bahagia masih bernyawa dan beredar di Jakarta. Kota para dewa, kota para roh juga nampaknya. Di Jakarta, semua orang merasa bahagia. Mulai dari yang terjebak dalam kemacetan Thamrin di mobil mobil berpelat merahnya hingga yang tidur berbalut koran di emper stasiun Senen. Semua bahagia meski di wajahnya berbalut duka. Habisnya, mana bisa sedih kalo sudah menjejak tanah para dewa. Layaknya dewa dewa, Jakarta memiliki aura magis. Menghipnotis siapa saja yang melaju mendatanginya, pun pada kaki yang baru saja menjejak di pelabuhan Tanjung Priuk, kamis pagi. Negeri para dewa merayunya hingga ke batasan hedonis tertinggi, dan me...

Coretan Distorsi!

Oke, aku mau sedikit mendongeng, tentang bagaimana aku bisa suka dengan musik ini. Dulu musik yang ku tau terbatas pada Mtv atau radio. Dan kita semua tau, bagaimana isi lagu di media mainstream. Mereka mengejar rating, memuaskan pasar, dan mencoba memukul rata ‘selera’ penikmatnya. Aku, terbiasa menjadi berbeda. Ini berlebihan? Well, kurasa ada hubungannya dengan astronomi, aku capricorn bos! Hehe, kelas satu SMA, tahun 2007, aku masih ingat, waktu itu liburan kenaikan. Nani masih berupa anak SMA polos umur 15 tahun yang imut imut dan setengah mati menggemari Muse. Kenapa Muse? Karena itu satu satunya musik keras yang ku kenal saat itu. Lalu aku kenal seseorang. Namanya Andre, anak Malang. Datang ke Sampit untuk bekerja, darinya aku kenal Burgerkill. Aku masih ingat, lagu Burgerkill pertama yang ku dengar adalah Berkarat dan Anjing Tanah, masing masing album Dua Sisi dan Beyond Coma and Despair. Percaya atau tidak, aku jatuh cinta pada pandangan pertama (sama Burgerkill, bukan And...

Logika Kun Fayakun

Image
Iyah, ceritanya postingan saya kali ini sekedar latah latahan dari buku Madilog-nya Tan Malaka. Saya menyelesaikannya siang ini. Dan saya harus bilang, ini buku keren sekali. Ada patahan kata yang membuat saya suka. Kurang lebih bilang "Bangsa ini takkan maju jika masih menggunakan logika mistik" Apa itu logika mistik? kalau otak saya yang seadanya ini sih cuma bisa menganalogikan gini: + "Kenapa indeks rupiah menurun?" - "Itulah azab tuhan" Yang menarik dari madilog adalah masa ditulisnya buku ini. Sekitar taun 30-40an. Jadi, mengingat zaman itu ritus-ritus klenik masih cukup kental, maka rasanya tidak berlebihan jika Tan Malaka menyebut "Bangsa ini takkan maju jika masih menggunakan logika mistik". Logika mistik dipaparkan sebagai ilmu alam gaib. Di mana jawaban jawaban atas pertanyaan manusia dijawab dengan jawaban mistik. Ga logis. Menurut saya, jika pertanyaan logika dijawab dengan jawaban teologis, sebenarnya manusia telah melakukan kemundu...

New Year Come, Apa Kabar Tahun Lama?

Image
Haloo, selamat taun 2011 semuanyaa!! saya menyelesaikan taun baru dengan sangat menyenangkan. Tanggal 31, saya ngegarap event Malam Pisah Sambut PT. Bina Sawit. Semacam perusahaan sawit gitu dah. Lumayan, alih alih ngeluarin duit pas taun baru, mending earn some money ya gaa *denial* Hahaha, alasan lainnya sih, saya ga mau ngelewatin taun baru sama kawan kawan dan mengulangi ritus ritual bakar jagung-jalan jalan-nyalain kembang api untuk taun ini. Bosen, men. Well, seperti ini kira2 malam taun baru saya: *sebuah malam taun baru berisikan om om dan tante tante berumur yang heboh banget joget diiringi lagu dangdut* Abis acara saya menyempatkan bermain main ke bar sebuah hotel bareng kawan2. Ga lama, bosen! Malam taun baru sayapun terlewat hingga subuh menjelang ^^ Besoknya, sesuai ide dadakan yang melintas begitu saja, saya pergi ke palangkaraya *Anak kampung inipun memoto Palma lepas perjalanan lima jam bersama supir travel yang minta dirajam lantaran konstan muterin dangdut koplo sepan...