Posts

Showing posts from December, 2012

2012: Tahun Keajaiban

Image
Bayangkan ini; gadis yang menghabiskan 19 tahun di kota seluas 16 ribu kilometer persegi dan tidak pernah bepergian ke manapun sepanjang hidupnya. Ia berasal dari keluarga menengah ke bawah, berpendidikan terakhir SMA dan tidak dianugrahi wajah cantik dengan body aduhai sehingga sulit baginya untuk bersegera menunaikan ibadah tama no koshi ni noru. Dengan kondisi begini, tak ayal semua hal yang berada di luar habitat mampu menjadi pendar keajaiban di mata saya. 2012 telah menorehkan banyak sekali kejadian kejadian emosional terkait -ini pertama kalinya dilakukan- dan membuat saya tidak bisa melakukan apapun kecuali bersyukur. Apalagi kalau bukan Jakarta. Berada di sana selama satu semester membuat saya bertemu terlalu banyak hal baru dan menyenangkan hingga kadang terasa sedikit melelahkan. Diskusi diskusi tataran langit di teras sevel, obrolan heboh soal musik keras, keberangkatan ke Bandung Berisik, bertemu Kimung setelah 5 tahun berkawan, dan rentetan hal lain yang terwujud...

Kupon Kupon Duka

Image
Disclaimer: berisi keluhan terhadap regulasi pembagian minyak tanah di kota Sampit. Silahkan beralih laman jika tidak berkenan. Seperti yang sudah saya jabarkan di postingan ini , ayah saya adalah pengecer minyak tanah. Yang berjualan dengan memboyong jeriken berkapasitas puluhan liter dan menjajakannya ke perkampungan perkampungan lalu mengambil sedikit untung dari penjualan itu. Empat bulan belakangan, minyak tanah layaknya barang ilegal. Penjualannya dijaga polisi, pembagiannya berkupon dan setiap agen mewajibkan untuk membuka pintunya dan menjual langsung ke masyarakat. Kira kira flow penjualan minyak tanah itu seperti ini; Pertamina menyalurkan minyak tanah ke pangkalan. Pangkalan ini membeli minyak berbarel barel, ber tongkang tongkang untuk kemudian dijual ke agen. Agen biasanya mendapat kiriman satu tangki (+- 22 drum) setiap 2 hari yang kemudian dijual ke khalayak luas. Di langkan paling rendah adalah pengecer. Biasanya membeli satu-dua drum (satu drum kira2 200 l...

Bucket List, Revised

Image
Mei 2011 lalu, saya menulis ini , soal bucket list, rentetan keinginan sebelum menemui ajal. Sejak mengetahui bahwa kematian adalah hal yang pasti dan saya tidak bisa hidup selamanya meski sudah menenggak susu setiap pagi saat kanak kanak, saya menyusun satu per satu keinginan untuk kelak menjalani hidup. Beberapa di antaranya bersifat remeh, seperti makan mushroom cheeseburgernya Burger King sampai puas dan ngobrol panjang lebar dengan orang asing di transportasi publik. Maka kira kira begini runutan keinginan saya sampai dengan Mei 2011 tersebut; 1. Aku pengen nonton hujan di Jepang dan jalan kaki di malam hari di Manhattan. 2. Aku pengen ngebaca Wesanggini di kota tua Jakarta. 3. Belajar gitar, piano dan biola. 4. Ngobrol panjang lebar sama orang asing dalam pesawat. 5. Belajar renang. 6. Kiss a stranger. 7. Makan di Pizza Hut dan make fun with their waitress. 8. Nyanyi lagu Someone Like You-nya Adele di kawinan mantan. 9. Merayakan ulang tahu...