Posts

Showing posts from August, 2010

Yang Tak Terselesaikan

Image
Semua ini rasanya sudah terlampau gelap. Sedari dulu. Aku tak peduli, sama sekali tak ingin peduli. Tentang bagaimana hidup ini harus berlalu dan terlewati.. Sore itu gerimis menyapa lembut kota ini. Aku baru pulang. Gerimis pelan berubah menjadi butiran raksasa, lagi lagi kehujanan. Cuaca agak menggila akhir akhir ini. Panas terik yang berlangsung seharian ditimpa hujan badai di sore hari. Bahkan cuacapun mulai lebay.. Aku melintasi satu per satu pengendara yang menepi. Ruko ruko kosong mulai berjamur di kota ini, masih baru. Keberadaannya yang dinilai strategis membuat para investor tak pikir dua kali untuk turut mengeksploitasi. Hujan makin lebat, jarak pandang kian tipis. Aku tak peduli, tidak pada intonasi hujan yang meninggi, pada lampu jalan yang berkedip merah sejak tadi, atau pada jerit sejumlah anak berseragam putih-biru yang tengah menggigil dingin di ruko kosong. “Awas!!!,” Sepenggal kata itu sempat sedikit menyusup ke telinga. Sayang, kedatangannya sedikit lebih lambat dar...

Penyebab Candu Musik Gila Itu..

Image
Coretan Nani Oke, aku mau sedikit mendongeng, tentang bagaimana aku bisa suka dengan musik ini. Dulu, musik yang ku tau terbatas pada Mtv atau radio. Dan kita semua tau, bagaimana isi lagu di media mainstream. Mereka mengejar rating, memuaskan pasar, dan mencoba memukul rata ‘selera’ penikmatnya. Aku, terbiasa menjadi berbeda. Ini berlebihan? Well, kurasa ada hubungannya dengan astronomi, aku capricorn bos! Hehe, kelas satu SMA, tahun 2007, aku masih ingat, waktu itu liburan kenaikan. Nani masih berupa anak SMA polos umur 15 tahun yang imut imut dan setengah mati menggemari Muse. Kenapa Muse? Karena itu satu satunya musik keras yang ku kenal saat itu. Lalu aku kenal seseorang. Namanya Andre, anak Malang. Datang ke Sampit untuk bekerja, darinya aku kenal Burgerkill. Aku masih ingat, lagu Burgerkill pertama yang ku dengar adalah Berkarat dan Anjing Tanah, masing masing album Dua Sisi dan Beyond Coma and Despair. Percaya atau tidak, aku jatuh cinta pada pandangan pertama (sama Burgerkill,...

Entah, Antara Cemas dan Gelisah

Image
Aku seperti mengalami personal nervosa sekarang. Seperti perasaan seseorang yang tengah menunggu hukuman mati. Menanti vonis. Rasa cemas, gelisah, yang merundung seminggu belakangan bersebab tanpa sebab. Entah apa yang membuat perasaan ini menyerang. Aku merasa hidupku baik baik saja. Tidak istimewa memang, tapi baik baik saja. Aku tidak sedang berada dalam masalah. Tidak dalam kesulitan. Apa lantaran semuanya berlalu super normal, hingga aku merasa jenuh dengan pola yang sama? Ah, lagi lagi jenuh yang kuteriakkan. Lagi lagi keluh yang kusuarakan. Happy 17th fasting, all. Aku perlu suplai energi..

Kangen Nonton Konser..

Image
Baru nyadar kalau di Sampit (where I'm live now), lagi kering konser. Tercatat terakhir konser musik di gelar pas bulan Februari lalu, konser Kuburan, Zakies sama Drive,. Lumayan pan lamanya., hm.. di kotaku, ada beberapa nama Event Organizer besar yang langganan mengundang artis buat konser, tiga nama kalau ga salah. Dua di antaranya merangkap sebagai radio. Entah ini ada korelasinya dengan ditutupnya beberapa stasiun radio lantaran tersandung masalah perizinan oleh KPI (walah bahasanya koran banget boss).. atau alasan lain. Denger denger sih, biaya ngedatengin artis itu ga murah. Belum lagi tanggung jawab ke sponsor, De el el. Sebagai masyarakat awam sih, aku ga ngerti tentang masalah birokrasi ke sana. Ngarepnya cuma biar konser musik bisa di adain sesering mungkin. Kayak 2009 lalu, dalam setahun nyaris belasan konser di gelar. Baik yang skala kecil sampai setaraf Mulan Jameela (believe me, untuk takaran kota sekecil Sampit, Mulan Jameela udah besar banget). Atau jangan jangan i...

Back to Black

Image
Setelah nyaris 12 jam ngerasain punya rambut berwarna seperti istrinya Raul Lemos, aku akhirnya mengembalikan si rambut ke habitat aslinya. Bayangkan, dalam sehari rambut ini harus menerima empat botol pewarna. Bahan kimia itu menodai kesucian rambutku!!! (jgderrrr!!) Sebenarnya, aku suka dengan warnanya, merah maroon kecoklatcoklatan gimanaaa gitu.. Tapi, unfortunately, abah go mad. Beta dimarahi :'(. Apa boleh buat, bagi seorang muslim, mengubah ciptaan tuhan itu merupakan tindakan dosa. (eh BTW, aku ke salon buat ngelurusin rambut juga termasuk tindakan mengubah ciptaan tuhan kan?). Ah sudahlah, berhubung aku anak yang taat dan berbakti kepada abah tercinta. Rambut inipun kembali ke warna aslinya ^^ here my recent face. sebelumnya (pas lagi warna coklat) (yak, aku memang punya tampang seidiot ini) Fuhh... selamat menunaikan ibadah puasa, semuanya! semoga puasa hari ini dilancarkan. Lanjut siaran duluuu :D

Insiden Cat Rambut

Image
Aku memutuskan buat ngewarnain rambut ini. Alasannya sih lantaran udah bosan sama warna hitam. (eh, sebenarnya rambutku lebih ke warna merah kebakar matahari ^^ dan rusak gara gara keseringan dicatok, hehehe). Niatnya sih warna brunette. atau maroon. coklat coklat gimanaaa gituu.. eksperimenpun dimulai. Seorang kawan merekomendasikan pakai Shasha aja, soalnya ga tahan lama. In case aku bosen, tinggal keramas sepenuh hati, pelan pelan bisa ilang,, Well, eksperimen begin.. (jeng jeng) Mari Mewarnai Rambut Agar Menjadi Seperti Anne Hattaway di Get Smart (MMRAMSAHGS) Bahan bahan yang diperlukan : 1. (Shasha warna Chocolate Brown) 2. (bleaching) 3. (sisir semir) HASILNYA????? (bukan, ini bukan aku, seperti INILAH seharusnya rambutku) DAN WARNA RAMBUT SAYA SEKARANGGG T_T Yep, tiba tiba aku merasa mirip seperti mantan istrinya Raul Termos. Dan abah (we called Ayah as Abah on banjar language) ga tau kalau aku ngecat rambut. FYI, abah seorang agamis. Dan yak, beliau marah, aku diancam ga dap...

Hobi Murahan Itu..

Image
Mengenai hobi, konon blog merupakan tempat untuk menuliskan jurnal pribadi. Berhubung aku adalah pribadi yang sungguh narsis, maka kali ini sesuatu yang super ga penting bakal kutulis (silahkan klik close bar, aku sendiri nyaris muntah pas ngetik ini) Sejak SD, aku suka membaca, hobi murahan, kata kawan kawan. Yep, murahan karena membaca tidak memerlukan banyak modal. Tidak seperti hobi yang lain, golf, scubadiving, bungeejumping (buset, ada gitu anak SD hobinya nyelam??) Hobi membaca bersublimentasi menjadi hobi menulis. Hobi yang sudah murahan itu bertransformasi menjadi sesuatu yang sepuluh tingkat lebih murahan. Cukup bermodal kertas dan pena, hobi itu bisa tersalurkan. Oh dear, its me, Nani si Murahan. (loh?!) Well, selama aku merasa senang, kenapa tidak. Maka mimpi mimpi besarpun bertumbuhan dari hobi itu. Sejak empat tahun lalu, aku bertekad untuk bisa menghasilkan duit dari hobiku itu. Menulis sesuatu yang kusuka, dan dapat duit. Mimpi orang miskin,, Tuhan memang maha baik, mim...