Posts

Showing posts from October, 2011

Mari Bicara Tentang Inkonsistensi

So, I was back into twitter, yesterday. SIGH.

Dan Hidup (Harusnya) Berjalan Semudah Itu

Hujan turun seperti ditumpahkan dari bejana surga, tadi sore. Saya terjebak di jalan Ahmad Yani, menepi sambil sesekali menyeka tetesan air yang jatuh di kacamata. Gedung seberang, dipenuhi jejeran orang yang juga berteduh. Tidak jauh, anak anak bermain di kubangan air. Hujan masih mengguyur hingga setengah jam setelahnya. Wajah wajah dewasa di gedung seberang mulai mengerutkan kening sambil melirik ke arloji masing masing. Yang lain sibuk memainkan ponsel. Entah untuk membunuh waktu, atau sekedar mencari cara untuk tidak mati gaya. Kubangan air kian ramai, nyaris sepuluh anak memekik girang kala hujan kian deras. Setiap dewasa berwajah masam. Merutuk kecil pada hujan yang turun tiba tiba. Arloji lagi lagi dilirik. Ponsel mulai berdering, satu per satu mulai mengkalkulasi, meraba raba estimasi waktu. Akankah terlambat, masih sempatkah, penat sudah memuncak. Namun tak satupun beranjak dan menembus hujan. Saya tersenyum simpul dan membungkus laptop yang saya bawa dengan plastik putih pem...

Berapa Lama Kamu Harus Bermimpi?

Saya, selamanya.

I'm Recently in Love With

Image
*Jessie J - Who's Laughing Now* Mummy they call me names They wouldn’t let me play I’d run home, sit and cry almost everyday ‘Hey Jessica, you look like an alien With green skin you don’t fit in this playpen’ Well they pull my hair They took away my chair I keep it in and pretend that I didn’t care ‘Hey Jessica, you’re so funny You’ve got teeth just like Bugs bunny’ Oh, so you think you know me now Have you forgotten how You would make me feel When you drag my spirit down But thank you for the pain It made me raise my game And I’m still rising, I’m still rising Yeah So make your jokes Go for broke Blow your smoke You’re not alone But who’s laughing now But who’s laughing now Cos I’m in L.A You think I’ve made my fame If it makes us friends When you only really know my name ‘Oh Jessie, we knew you could make it I’ve got a track and I’d love you to take it’ So now because I’m signed You think my pockets lined 4 years now and I’m still waiting in the line ‘Oh Jessie, I saw you on you...

Life Change

I start my first day at work tomorrow :D sounds fun. Kabar lainnya, saya memulai usaha baru di rumah. Membuka percetakan kecil yang melayani pembuatan undangan-kartu nama dan pengetikan. Siapa tau ada yang butuh jasa saya, feel free to come into my house (Jl. Kopi Gg Pinang 2 no. 18) Senang rasanya menemukan progress seperti ini dalam kehidupan nyata. Setelah nyaris dua tahun saya tidak melakukan apa apa, memulai lagi rutinitas sepertinya bukan hal yang buruk. Siapa tau hasilnya cukup untuk bepergian di akhir tahun. Sekaligus memenuhi janji pada diri sendiri untuk memiliki hidup yang lebih baik. * halah, baru juga mulai usaha dua hari* Langkah selanjutnya setelah memulai usaha sendiri adalah kuliah. Setidaknya ini dulu cita cita saya. Saya terlibat diskusi menarik beberapa hari lalu, tentang mulai mencari tau apa yang saya mau. Menentukan cita cita dan mengejarnya. Itu saja yang harus dilakukan saat ini. Kebahagiaan akan menyusul kemudian, datang dengan sendirinya. Dan saya harus membo...

Senja Merah. 161-165

Image
Keberlaluan Ada tahun yang berlalu, ada udara yang mengalir pergi. Kini di sudut ruangan, ada seorang wanita tengah duduk di kursi malas. Kacamata baca masih menempel di wajahnya, matanya setengah terpejam, buku buku berserak di meja yang menganggur diam di sampingnya. Wanita itu setengah tertidur tapi kepalanya masih terus mengenang. Ada dua interval lima tahunan yang membuat jantungnya hampir meledak lantaran menunggu hasil pemilu. Hatinya kemudian mencelos lepas dari rongganya ketika tahu, presiden itu terpilih lagi. Untuk yang keempat, kelima, dan entah berapa kali lagi. 161 | S e n j a M e r a h Wajahnya kini dihiasi satu dua kerutan, matanya tak lagi awas. Usianya 42 tahun hari itu. Baginya, ulang tahun terasa seperti kokang senjata milik berseragam. Ia diingatkan, bahwa bertambah lagi satu tahun tanpa Sloan. Ia diperingatkan bahwa dirinya kian tua, pun dengan Sloan, pria yang terus ditunggunya sejak usia 19 tahun. Ada puluhan tahun yang ia lewatkan untuk menanti pria itu, dengan...

Pancasila Hilang Saktinya

Satu Oktober Pancasilaku tak lagi sakti Tuhan Esa diludahi intoleransi beragama Kemanusiaan di ujung senapan penguasa Persatuan atas dasar suku dan agama Kerakyatan yang dipimpin keprihatinan, permusyawaratan perwakilan pepat kepentingan Keadilan bagi segelintir kelompok pemenang. Pancasilaku hilang saktinya Menjerit ia dihujani lecehan penuh murka. Kembalilah menjadi sakti, Pancasilaku* *Tulisan di ambil dari blogpost tahun 2010 lalu, di sini