Mengunjungi Area Brengsel (lagi)
Tiga tahun lalu adalah kali terakhir saya datang ke areal Brengsel (NV Bruynzeel Dayak Houtbedrijven). Kala itu tujuan saya untuk meliput kenangan atas kilang penggergajian kayu tercanggih / dan terbesar se-Asia Tenggara itu. (bisa dibaca di sini dan di sini ) Hari ini saya datang kembali untuk mengambil foto. Menyusul kabar akan dibangunnya Citywalk di area ini , rasanya sayang saja kalau saya tak sempat mengabadikan beberapa foto jika kelak tempat ini akan diratakan dengan tanah. Brengsel adalah bagian dari sejarah Kotim yang umurnya baru 60 tahun itu. Kilang penggergajian ini sempat menjadi sentra kehidupan masyarakat Sampit mengingat pekerjanya saja mencapai 2.000 orang . Mama kerap bercerita tentang taman kota Sampit dulunya merupakan lapangan sepak bola, gereja Maranatha dan Don Bosco, area pekuburan Kristen dan Mentaya Theater serta area bilyard yang semuanya berada di sekitar area brengsel. Juga jalan Gatot Subroto yang merupakan perumahan pekerja kelas me...