Posts

Showing posts from February, 2011

Kepada Dia Yang Berbicara Tentang Kematian

Tadi malam aku bertemu malaikat kematian, Begitu tenang duduk disampingku.. Kami berbicara. Dengan bahasa yang sulit dijamah telinga. Dengan kata yang membisiki kalimat kalimat resahan. Semalam aku bertemu malaikat kematian, Aku bertanya.. “ Apa guna kelahiran jika harus ada kematian?” Malaikat kematian tersenyum padaku, Berkata pelan. “ Apa guna awal jika harus ada akhir?” Kulayangkan pandangan kepada ribuan bintang di atas kami. Mengabaikan kepakan distorsi sayap nyamuk di sekitar.. Merasakan embun di rumput basah tempat kami berpijak. Kembali kusuarakan kata dengan bahasa rumit itu. “Bukankah yang kekal tidak menyisakan kesedihan?” Dia tertawa kali ini, Memejamkan matanya.. “ Lalu apa yang harus kukerjakan jika kekekalan itu abadi?” Kuteguk kopi yang mulai mendingin.. “ Kau senang melihat yang bersedih?” Dia beranjak berdiri, membenahi jubah hitamnya dari rumput liar. “ Yang bersedih hanya tak tau betapa menyenangkannya kematian itu” Di antara riuh rendah alunan jangkrik Dia pergi.

BERI AKU SEBUAH JAWABAN

Image
Saat teori dan konsep konsep perdamaian. Saat ajuan untuk sebuah penghargaan atas nilai nilai kemanusiaan. Dipatahkan. Diharamkan. Dikafirkan Oleh apa yang kita sebut sebagai pembela kebenaran agama. Oleh apa yang kita sebut nilai murni ketuhanan. Salahkan siapa jika kemudian agama yang kita bela Yang kita coba kembalikan ke nilai murninya Dianggap sebagai sarang kekerasan dan tidak manusiawi? Salahkan siapa jika nilai agama yang kita usung malah frontal menyerang orang orang yang mencoba tegakkan nurani dan hak asasi? Salahkan siapa jika orang orang di luar agama memandang kita sebagai umat pecandu kekerasan? Salahkan siapa? Yahudi? Amerika? Beri aku sebuah jawaban

Hepi Palentin!!

Image
*Petisi Satu : Saya Masih Jomblo* *Petisi Dua : Saya Siaran di Hari Palentin* Mari sebut : My Valentine Isn't That Bad.. :P

I Recently Falling in Love With..

Adele - Rolling in the Deep sebenarnya ga ada kesan banget banget sih sama lagu ini. Cuma kebetulan nemu di creativedisc dan kupikir "Covernya asoy" :D di cover single ini, Adele difoto dengan gaya gaya androgini gitu. Which I adore sooooooo much. Well, kalo cuma dengerin lewat mp3 (tanpa liat muka si Adele), pasti bakal ngira kalo si Adele ini penyanyi jazz/soul kulit item. Vokalnya unik, suka, kakaakkk ^^ Kalo mau donlot, coba ke sini yaa. Harus dibilang, ini salah satu top 10 song buat ngegalau. Hahaha :D Lyrics: There’s a fire starting in my heart, Reaching a fever pitch and it’s bringing me out the dark Finally, I can see you crystal clear. Go ahead and sell me out and I’ll lay your ship there. See how I leave, with every piece of you Don’t underestimate the things that I will do. There’s a fire starting in my heart, Reaching a fever pitch and it’s bringing me out the dark The scars of your love, remind me of us. They keep me thinking that we almost had it all The scars...

Negeri Tanpa Negara

Aku percaya tak ada manusia yang diciptakan sia sia Aku percaya setiap manusia memiliki jejak sejarah yang patut dihargai Aku percaya tak ada manusia yang berhak mencabut nyawa manusia lainnya Untuk alasan apapun. Alasan apapun. Tidak Tuhan tidak pula agama. Ya, tunjukkan padaku sejuta ayat ayat Tuhan yang kalian rangkum dalam kitab agama Yang dengannyalah nyawa nyawa itu mendapat pembenaran untuk dilepas dari kerongkongannya Tunjukkan padaku sejuta ayat yang perbolehkan manusia mencabut nyawa manusia lainnya Aku siap membantahnya dengan nurani. Dengan Tuhan yang tak pernah membenci.

Reduce, Reduce.

Image
Hehe, aku kangen kamuh, Tuan Blog :D  Jadi ceritanya, aku udah setaun lebih bermain main di twitter,  dan gilaa, adiksinya parah abis abisan hahaha. Ini persis seperti pas aku pertama kali kenal facebook, even worse :P, aku bukan tipe tipe orang yang mampu mengelola waktu dengan cukup baik. Jadi, aku putuskan buat stop twitteran dulu. Next. Tidak banyak yang bisa kuceritakan hari ini, Tuan Blog, bukan lantaran aku tidak bisa menemukan kata kata yang tepat, tapi lebih lantaran  memang tidak banyak yang terjadi dalam hidupku  ^^ Lagi rame masalah SARA nih, antara Ahmadiyah dan kelompok kelompok keras islam fundamental. Televisi dibanjiri debat debat dan diskusi diskusi yang melahirkan konsep konsep dan teori teori. Masalah yang awalnya simpel (Ada-tiga-orang-mati-dibantai-oleh-sekelompok-orang), berubah menjadi ribet (Benarkah-ahmadiyah-sesat-dan-haruskah-FPI-serta-MUI-dan-SKB tiga menteri-dicabut) Seperti biasa, negaraku hilang fokus. Disetir menuju diskusi diskusi melelahkan yang hany...

Senin Hitam

TELEPON TUHAN Sore itu kuseduh segelas kopi. Kuaduk pelan dan kusesap aromanya beberapa saat. Harum, kalau ini sebangsa teh, pastilah namanya teh poci atau teh melati. Kulirik bungkusnya, tanpa nama, putih keabuan tanpa marka. Kuangkat bahu sepintas, tak penting apa namanya, yang penting aku tau ini kopi. Sebentar, darimana aku bisa tahu bahwa yang sedang kusesap baunya ini adalah kopi? Karena warnanya hitam pekatkah? Ah, aspal juga warnanya hitam. Oli juga, air got, dan berputarlah nama nama cairan berwarna hitam di kepalaku. Sendok kecil masih berdenting sesekali saat berbentur dengan dinding gelas. Kuletakkan gelas berisi kopi (atau sesuatu –apapun itu- yang kuanggap sebagai kopi) di atas meja dekat telepon. Berseberang dengan meja kecil bermahkota telepon, ada televisi, tengah menyala. Suaranya pelan, kumatikan sekalian. Kulirik telepon bertombol belasan itu. Kopi masih mengepul, urung kuminum. Gagang telepon berderit gaung, gegas kupencet beberapa digit nomor. Tut.. tut.. “Hal...

Repost: Lokal Karya

Image
Jadi ceritanya, pas berbenah blog, catatan ini menghilang. Setelah mengorek ngorek luka lama, eh, folder folder lama, ketemulah tulisan mentahnya. Ijin repost ya agan agaannn :D: LOKAL KARYA Malam itu distorsi seakan terpepat dan berporos pada ruas barat jalan A. Yani. Puluhan anak muda berkerumun di Sanggar Budaya Kotawaringin Timur. Rabu malam tanggal 15 September menjadi malam digelarnya LokalKarya, semacam wadah ekspresi kaum muda Sampit. Dikemas secara simple dan lintas komunitas, pengunjung tersenyum puas hingga acara selesai. tepat pukul sembilan malam, kerumunan mulai menguar, masing masing pulang. Terasa sangat singkat, LokalKarya digeber dengan menyuguhkan musik keras dari dua genre. Punk dan Rock and Roll. Lokal Karya terasa menjadi tempat berkumpulnya kawan kawan lama. Saya rasa ini pengaruh lebaran kali ya ^^ Yang hadir, didominasi anak anak komunitas Sampit dan Palangkaraya. Sebuah petisi dengan gaung : Ini Musik Kami. Dari Kami Untuk Kami. Ya, tidak perlu pan...