Sebuah catatan; Menyusuri Kejayaan Kayu Kotawaringin Timur
Bulan Mei 2010 silam, koran Radar Sampit (tempat saya bekerja waktu itu) meminta saya untuk turut menulis mengenai kondisi terkini dari kota kota yang dulunya merupakan pusat bisnis kayu. Dalam satu tim, kami menyusuri jalan jalan menuju Parenggean, Kuala Kuayan dan Sangai. Ketiganya merupakan sentra logging dan lokasi perusahaan perusahaan logging dan sawmill dalam skala besar maupun kecil. Ini merupakan sisa sisa tulisan saya yang sebagian terbit di koran tersebut. Enjoy J *** Kabut Jingga Kini Selimuti Parenggean Sulit menyimpulkan bagaimana kondisi jalan menuju Parenggean. Empat truk terbalik, belasan sepeda motor selip dan jembatan yang lumpuh rasanya sudah cukup menjadi jawaban. Ruas jalan dipenuhi lumpur tanah dengan kolam kolam setinggi lutut orang dewasa. Dengan keadaan seperti inilah, puluhan tahun lamanya warga Parenggean bertahan. Jarak Sampit-Parenggean hanyalah 105 kilometer. Dengan logika, 105 kilometer bisa ditempuh satu hingga dua setengah jam per...