Posts

Showing posts from July, 2011

Sebuah catatan; Menyusuri Kejayaan Kayu Kotawaringin Timur

Image
Bulan Mei 2010 silam, koran Radar Sampit (tempat saya bekerja waktu itu) meminta saya untuk turut menulis mengenai kondisi terkini dari kota kota yang dulunya merupakan pusat bisnis kayu. Dalam satu tim, kami menyusuri jalan jalan menuju Parenggean, Kuala Kuayan dan Sangai. Ketiganya merupakan sentra logging dan lokasi perusahaan perusahaan logging dan sawmill dalam skala besar maupun kecil. Ini merupakan sisa sisa tulisan saya yang sebagian terbit di koran tersebut. Enjoy J *** Kabut Jingga Kini Selimuti Parenggean Sulit menyimpulkan bagaimana kondisi jalan menuju Parenggean. Empat truk terbalik, belasan sepeda motor selip dan jembatan yang lumpuh rasanya sudah cukup menjadi jawaban. Ruas jalan dipenuhi lumpur tanah dengan kolam kolam setinggi lutut orang dewasa. Dengan keadaan seperti inilah, puluhan tahun lamanya warga Parenggean bertahan. Jarak Sampit-Parenggean hanyalah 105 kilometer. Dengan logika, 105 kilometer bisa ditempuh satu hingga dua setengah jam per...

Featured: Majalah Sintetik

Image
Beberapa waktu lalu saya sempat menulis untuk Majalah Sintetik, waktu itu review Nervous Breakdown (band punk asal Jakarta). Majalah Sintetik masih berbentuk .pdf. Kali ini, mereka merilis tulisan tulisan di situs ini . Saya, kali ini turut menulis satu post. Interview tertulis bersama Throne of the Tyrant. Band New Wave Metal dari Malang. Eniwei, perasaan kok akhir akhir ini saya ngepost hal hal yang berkoneksi sama TOTT mulu yak? Yang pengen baca, sok main ke sini . Ok, by far ini sajalah yang ingin disampaikan :D Minggu lalu saya sempat menghabiskan waktu untuk berkeluh kesah via YM kepada kawan jauh terkait program radio yang sedang saya bikin dan jalankan, Ruang Lokal . Saya sebenarnya sadar penuh, bahwa sulit untuk memasukkan hal hal indie ke dalam radio komersil yang multisegmen (dalam artian, peruntukan radio sekarang ini bukan hanya untuk anak muda tapi juga profesional muda) Saya sempat mengeluhkan tentang minimnya lagu lagu indie di kota Sampit dan jujur, rasanya seperti ...

Ruang Lokal Edisi 15 Juli 2011

Image
Haloo. Minggu lalu Ruang Lokal tidak hadir seperti biasa di radio Mentaya FM. Untuk alasan saya yang berhalangan siaran lantaran harus menjadi guide selama dua hari. Hari ini, dengan niatan balas dendam, saya menghadirkan lebih banyak lagu dan memakan waktu selama satu setengah jam. *merasa bangga* *makan jam siar orang* Eniwei, seperti biasa, ada beberapa highlight di Ruang Lokal. Yang pertama, Throne of the Tyrant , band new wave metal (genre ini merujuk dari profil singkat mereka di majalah Hai Online) dari Malang. Saya sempat membaca di satu majalah indie lokal, lupa apa namanya, mereka dinyatakan sebagai band metal indie yang mampu bermain bersih dan memiliki skill yang ga sembarangan. Komentar serupa saya lontarkan pada Ndaru (vokalis) saat pertama kali mendengar lagu Last Blood. Throne of the Tyrant belum memiliki EP ataupun Album, semoga secepatnya bisa dirilis. By far, tiga lagu mereka sudah sukses mengisi dua program yang saya pegang di radio. Ruang Lokal dan The Rock Show. ...

Tentang Anarki, Sekali Lagi

Image
Geregetan rasanya kalau membaca berita begini. Judulnya: Polisi Bentuk Detasemen Anti Anarkis. Oke, kenapa? Saya sebenarnya tidak merasa cukup mumpuni untuk menulis tentang anarki. Tidak cukup dengan hanya membuat akun Bakunin di twitter atau bersikap anti negara :D tadi sedikit banyak, saya akan menuliskan sejauh yang saya tau tentang anarki di blog ini. Dengan harapan, tentu saja, BERHENTI SALAHGUNA ISTILAH, NYET! Secara umum lebih mudah jika menyebut anarki adalah 'adik' dari sosialisme. Dalam sejarahnya, Karl Marx, Engels (keduanya adalah bapak komunisme) dan Bakunin (dalam perjalananannya kemudian dikenal sebagai pempelopor anarkisme) memiliki guru yang sama, yaitu Hegel. Hegel terkenal dengan pemikiran pemikirannya mengenai sistem masyarakat yang memaksimalkan keadaan bersama. Atau gampangnya, sosialisme. Momen yang kemudian memecah 'murid murid' Hegel ini adalah Internasionale 1, sekaligus menjadi momen deklarasi bagi Mikhail Bakunin bergabung dalam generasi anar...

Menolak Sama

Keinginan kuat untuk menjadi persona yang berbeda membuat saya kerap kerepotan sendiri. Semacam keegoisan menolak menjadi sama. Jadilah sekarang, I'm in the middle of shit. Setidaknya sekarang saya belajar hal baru. Terkadang, kita harus menjadi sama untuk satu-dua alasan, salah satunya mungkin, agar bisa berbaur dan diterima secara penuh oleh kelompok sosial tertentu. Jujur saja, merasa sedih itu tidak nyaman, tapi merasa sedih sendirian itu jauh lebih tidak nyaman. Saya yang terbiasa dengan dunia sendiri, tidak begitu suka berbicara panjang lebar dengan orang lain, merasa agak sedikit kesepian akhir akhir ini. Untungnya, satu dua kawan berbaik hati untuk tidak bertanya banyak dan hanya mengikuti maunya saya. Dan berkat menerjang hujan menjelang senja, saya sukses pilek dan sekarang, I'm in the middle of shit. Ini merupakan satu dari sekian ratus postingan random di blog ini :D feel free to ignore!