Aku ini bermental manja sejati. Aku tak ingin jadi politisi atau jadi petingi. Jika tak ada timbunan emas di kursiku nanti. Aku tak ingin jadi pegawai negri. Kalau tak bisa tunggu gaji sambil ongkang ongkang kaki. Aku ini seorang manja sejati. Aku tak ingin jadi musisi. Kalau kreativitas dibatasi, karyaku diimitasi, honor dikebiri, lantas dicekal kesana kemari. Aku tak mau jadi rakyat kecil di negri ini. Kalau arti dari rakyat kecil adalah ladang prostitusi berkedok kepentingan petinggi. Aku tak mau dimanfaatkan sebagai objek penderita disela pidato mengiba para mereka yang ingin terlihat peduli dan selalu berada dipihak kami. Aku sungguh memang seorang yang gemar berekspektasi . aku tak ingin menjadi pedagang, tukang jamu ataupun menjadi kuli. Kalau itu artinya aku akan memeras seluruh tulang dan sisa sisa kulit menjadi bagian dari tiap keping yang akan menyambung nyawa kami. Maka sungguh benar adanya. Aku memang hedonis sejati.
PT Meranti Mustika Plywood Sebuah Kisah Tentang Kejayaan Perusahaan Kayu Oleh: Rusnani Anwar, Sampit Meranti Mustika berlokasi di Tanjung Katung (yang sekarang lebih dikenal dengan nama Tanjung Mas), Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur. Lokasinya hanya 15 kilometer perjalanan darat dan l0 menit perjalanan sungai dari kota penulis, Sampit. Awalnya, di tahun 1975, Tanjung Katung terkenal sebagai tempat sawmill (pembelahan kayu), lantas pada tahun 1982, PT Meranti Mustika Plywood (MMP) resmi dibuka dengan Njoto Soenarto menjabat sebagai direktur utama perusahaan kayu yang memiiliki Hak Pengelolaan Hutan (HPH) seluas 46.879 hektar ini. PT MMP mengalami puncak kejayaan di tahun 80-an akhir hingga 90-an awal. Terdapat dua periode kepemimpinan atas perusahaan ini. PT Meranti Mustika Plywood pada periode 1982-1995, dan PT Industri Kayu Meranti Mustika (IKMM) pada tahun 1995-2003. Luas tanah milik perusahaan ini adalah 104 hektar, membentang sepanjang 5 kilometer Tanjung ...
Sore itu kudengar derap kaki Menjawab dentum dan tatapan ngeri Setiap mata yang menatap nanar Kepada yang seolah dibenarkan untuk bertingkah onar Sore itu kudengar derap kaki Menyeruak masuk dari serambi Ayah mendesakku ke dalam lemari Bersembunyi Aku mendengar popor Aku mendengar jerit Aku mendengar sunyi Sore itu kudengar derap kaki Bersama senja mereka pergi Lalap api kian meninggi Kepada yang hilang, Dedy Hamdun HILANG Mei 1997 Ismail HILANG Mei 1997 Hermawan Hendrawan HILANG Maret 1998 Hendra Hambali HILANG Mei 1998 M Yusuf HILANG Mei 1997 Nova Al Katiri HILANG Mei 1997 Petrus Bima Anugrah HILANG Maret 1998 Sony HILANG April 1997 Suyat HILANG Februari 1998 Ucok Munandar Siahaan HILANG Mei 1998 Yadin Muhidin HILANG Mei 1998 Yani Afri HILANG April 1997 Wiji Tukul HILANG Mei 1998 Kami menunggumu pulang.
Comments
Post a Comment