Posts

A How To : Forgive Yourself

Image
worry not about the source, its a random pic from internet I remember many many sleepless night and lousy day back in my young day. I remember when I get mad easily and yelled at my mother like she's the one who should took all the responsibilities of my problem. I can't even remember if there's any fine day when I spoke or showed an affection to her back there. Since my mother died, I'm contemplating too much, I spend too many time of feeling guilty and worthless. I've become so sensitive and worrying if there's any chance of me hurting or taking people for granted. Its all because she's gone before I even realize that its too late to ask for a forgiveness and say that I love her. Such a lovely feeling to have, eh? I think its my own way to redeem every glance of mistake that I've made before.  And by far, a year gone and I'm still grieving about it. Forgiving is a hard thing to do, its like allowing people to hurt you, like s...

Another Chapter

Image
Limbo, taken from here I feel like I wanna write so many things on blog lately since I had barely no where to shout. I had few close friends but they're still human with tons of problem and I had to put them first before me so our curhat session always ended up with me, listening and nurturing them with my wisdom craps. The thing is, I don't know what I feel now. I'm 'skipping' Hari Raya this year simply because I don't feel like I want to celebrate it. I feel like I'm not worth enough to jump into the crowd and mass euphoria. So I spend my hari raya by eating Indomie Soto Ayam and watching television alone while my father and the rest of my family celebrating it in another province.  I think I'm depressed. I know its so damn exaggerated but I think I am. I can't feel anything anymore. I'm not sad but I'm not happy, I don't feel like I'm in an excruciating life but I'm constantly feel like I need more sleep, I need mo...

Membaca Gejala

Image
Membaca gejala dari jelaga Kemarau sedang terik teriknya. Gersang dan hawa panas di siang hari disusul malam gigil yang menggeretakkan gigi kala menempuh perjalanan mencari sahur sudah menjadi hal biasa beberapa minggu belakangan. Ramadhan menemui puncaknya, tiga hari jelang lebaran. Saya paling jago soal ini: Menerka nerka. Sudah menjadi kebiasaan bagi saya untuk mengambil jeda dari pikuk rutin seharian dan tepekur, memikirkan soal apa saja yang telah terjadi dan apa yang terlewat untuk dilakukan. Semata agar besok saya tidak mengulangi hal hal yang tidak selayaknya diulangi, meminimalisir perasaan sesal, atau memenuhi janji yang terlewat di hari itu lalu introspeksi. Sisanya membaca gejala, menerka nerka soal apa yang ingin semesta beritahukan pada saya saat hal hal tidak biasa terjadi. Kehilangan kunci motor, air kamar mandi yang luber hingga dua hari, komputer yang lupa dimatikan, dompet tertinggal hingga kematian mama.  Gejala gejala tidak biasa yang s...

Jelang 2015

Layaknya ulang tahun, saya selalu bersemangat soal tahun baru. Tahun di mana hal hal bisa dilakukan dengan perasaan baru walopun sebenarnya bentukan saya ya begitu begitu saja. Saya percaya pada kekuatan doa, bahwa doa doa kecil yang dilempar dengan kesungguhan hati akan menemui titik wujudnya kelak. Banyak sekali doa doa kecil yang saya lontarkan melalui blog ini, dengan sejumput perasaan percaya bahwa ia akan terwujud kelak entah kapan. 2014 akan habis dalam hitungan jam, saya menulis ini melalui kubikal kecil di sore hari yang longgar selepas marathon deadline terkirim dan dipresentasikan. Saya selesai, untuk hari ini. Saya menulis resolusi 2014 di postingan ini . Keinginan saya polos sekali tahun itu: Resolusi 22: 1. KULIAH  2. LAPTOP DAN KENDARAAN BARU 3. JATUH CINTA 4. BEPERGIAN 5. LEBIH SABAR DAN BERKOMPROMI 6. NEW YORK Ini adalah tahun yang memalukan kerena tidak satupun dari resolusi tersebut terpenuhi hahaha. Namun entah mengapa saya merasa baik baik saja ...

Mediasi Lupa

Kerusuhan 2001 adalah isu kelewat sensitif hingga media media lokal berhenti melakukan pemberitaan memorial tahunan di tahun ke sebelas paska kejadian. Hal ini terlewat begitu saja. Menjadi satu dari sekian banyak sejarah berdarah yang terjadi di negara pelupa, Indonesia. Namun apa yang tersisa paska terjadinya sebuah insiden? Trauma. Belasan tahun lewat seusai kejadian yang menyisakan berita berita dengan suntingan sedemikian rupa meminimalisir penggunaan etnis tertentu atau kota tertentu ini, sebuah kasus pembunuhan terjadi di Pangkalanbun, Kotawaringin Barat. Kabupaten tetangga Kotawaringin Timur -Sampit- tempat insiden 2001 terjadi. Kronologis kejadian dapat dibaca online melalui koran Borneo News di sini dan di sini . Berita Tabengan ada di sini . Saya paling sering mendapat teguran "Sudah Nan, jangan diungkit ungkit lagi" setiap bertanya kepada orang orang di sekitar maupun beberapa pejabat yang pernah terlibat insiden 2001 saat riset penulisan memorial s...

Selamat Menjadi 22, Nani!

Image
Saya berulangtahun kemarin. Genap menjadi duapuluhdua tahun, tua yaaa hahahaha. Saya menelikung kebiasaan menulis resolusi (yang biasanya berlabel 'Resolusi 20, Resolusi 21 dst itu) dan menggunakan judul di atas. Tapi konten posting ini sama saja kok, ini adalah Resolusi 22 saya.  Setahun terakhir saya diizinkan untuk mengalami usia 21 yang luar biasa. Semuanya sudah saya tumpahkan dalam beberapa posting blog berbulan bulan belakangan sehingga tak perlulah ia menemui repetisi di tulisan kali ini. Intinya saya sangat senang pada 2013, pada usia 21 dengan segala keramaian dan kesunyiannya. Dengan jatuh dan patah cintanya ^^ Kali ini saya merayakan ulang tahun dengan membungkus rapi 22 kopi print out Perempuan Kopi dalam bungkus kado cantik berhiaskan pita. Nani memang perempuan sekali hihi. Semuanya menemui pemilik, baik dalam maupun luar kota, baik yang saya serahkan langsung maupun melalui berkloter kloter pengiriman via pos. Semuanya berisi keinginan untuk berbagi keriaa...

Catatan Sampit

Image
Berjanji kepada calon warga kota Sampit @RizmaNurani untuk menulis soal Sampit. Saya kesulitan mengumpulkan tulisan2 lama lantaran tidak begitu banyak menjabarkan kota ini. Ini akan menjadi posting soal kota Sampit, semoga Risma betah membacanya ^^ Sampit merupakan ibukota kabupaten. Nama kabupatennya sendiri adalah Kotawaringin Timur yang terdiri dari 15 kecamatan. Bertetangga dengan kabupaten Seruyan (Kuala Pembuang), Katingan, dan Kotawaringin Barat (pangkalanbun) Yang saat ini sedang ramai adalah upaya pembentukan provinsi bernama Kotawaringin yang akan menggabungkan lima kabupaten2 di atas. Prosesnya sudah masuk tahap pengajuan rekomendasi ke Mahkamah Konstitusi. Jadi, Sampit adalah sebutan untuk sebuah kota kecil yang terdiri dari 2 kecamatan (Baamang dan Ketapang) dan tidak terlalu luas. Yang luas adalah kabupaten Kotim-nya, bukan Sampit-nya. Di Sampit, lantmi dan pemerintahan ada di kota ini. Ada dua terminal, satu bandara, dua pelabuhan besar dan banyak seka...