Posts

Hello

Life been so good so far. Saya sudah mengembalikan ritme hidup seperti semula, sebagai pengangguran purna waktu. Nothing beats the smell of late-noon sunshine after a long-comfy sleep. Saya juga tengah menimbang nimbang untuk ikut ke kampung abah Oktober ini. Selama sebulan. Menimbang nimbang, lantaran jika saya ikut, ini artinya saya berada dalam kondisi tanpa sinyal ponsel, tanpa sinyal internet dan tanpa listrik di malam hari. Kampung abah terletak di Dusun Seberang, Desa Namun, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tanjung, Provinsi Kalimantan Selatan. dan saya berkali kali menghela nafas saat mengetahui tempat itu bernama 'dusun'. Iya, ayahku orang dusun. Mau apa heh?! Dan listrik hanya menyala sampai pukul lima sore yang listriknya bersumber dari PLTD sederhana dekat kantor desa. Kalau malam gelap gulita kecuali satu-dua rumah pemilik tanah yang memiliki harta berlebih untuk membeli bensin untuk menyalakan genset. Dan harga bensin di sana nyaris sepuluh ribu per liter lantaran tempat...

September

Saya selalu suka akhir tahun. Sekarang sudah September. Selamat datang hari hari mendung dan cuaca sejuk :D September menjadi semacam pemisah antara musim kering dan musim basah. Selain itu, akhir tahun menyajikan banyak keriangan untuk saya nikmati. Lebaran, ulang tahun kawan kawan baik, event event yang digarap radiopun biasanya memuncak di akhir tahun xD Dan tentu saja, tahun baru hingga kemudian finalnya ulang tahun saya di 10 Januari. Saya memiliki banyak janji di tahun ini. Janji kepada orang lain dan juga diri sendiri. Self proclaimed bahwa saya akan menghilangkan semua cita cita jika nanti menginjak usia 20, janji untuk memberikan kehidupan yang lebih layak untuk saya dan orang tua. Dan janji, untuk melupakan segalanya di belakang dan menseriusi kehidupan :D Bulan bulan hujan di akhir tahun merupakan saat paling sempurna untuk kembali membenahi, memilah dan pelan pelan menjalankan kumpulan janji itu. Doakan sajalah, semoga beberapa hutang atas resolusi tahun tahun b...

Ied Mubarak

Dua mnggu belakangan bulan puasa saya diisi dengan satu dua pekerjaan yang mengharuskan saya untuk bertemu dengan banyak orang. Saya, sedikit banyak bisa semacam 'belajar' dari sana. Karakter manusia saat dihadapkan dengan konteks ketidaktahuan, sifat asli setiap orang yang keluar saat berada di posisi tidak nyaman, dan kesabaran. Entah lantaran jam kerja yang nyaris 20 jam setiap harinya dan kerja keras yang betul betul keras, (saya sebenarnya ingin menambahkan 'apalagi saya berpuasa' dalam klausa di atas. Tapi saya ga secemen itu, menjual ibadah sebagai alasan dan kambing hitam). Kedua premis itu membuat saya agak kesulitan untuk menahan diri tidak memposting sesuatu terkait event ini. Saya, baru sadar kalau ternyata saya mampu bekerja sekeras itu . Well, tentu tidak bisa disampirkan dengan pekerja pekerja lain seperti dalam iklan laki ga minum rasa rasa itu sih :D tapi dengan konsiderasi bahwa saya adalah gumpalan lemak pemalas yang hanya bergerak saat benar be...

Menang ga Menang Saya Tetap Pemenang

*menulis judul postingan ini sambil muntah* Seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya, saya iseng mengikuti lomba menulis cerpen di @pulkam . Lomba ini kemudian diumumkan tanggal 26 hari ini. Hasilnya... Ga, saya ga menang :D tapi serius ini yang menang lombanya cerpennya bagus bagus, jendral! Coba deh baca ini dan ini . Sesuai janji, ini dia cerpen yang saya kirimkan dan belum berkesempatan menang itu. Enjoy :D Surau SATU Ibu menggegas langkahnya menyusur pematang. Hari masih sepertiga malam. Ibu dan kecintaannya kepada Tuhan terkadang membuatku terperangah. Pernah di suatu malam aku menemui beliau terpekur duduk dengan airmata bersimbah. Bercampur peluh, beliau tidak pernah tanggung dalam merangkai rakaat demi rakaat sholat. Pun melafalkan dzikir. “Sama Gusti Alloh kok pelit.” Itu merupakan kalimat andalan beliau saat aku lalai dalam sholat sunah atau malas menguntai biji biji tasbih. Biasanya aku dan adik adikku akan merasa malu dan bersegera mengambil wudhu....

Apdets!

Setelah bertahun tahun berkutat dengan blog, akhirnya saya menemukan rahasia untuk rajin update blog post. Kunci rajin ngeblog adalah menjadi sibuk. Semakin sibuk seseorang, semakin banyak pulalah hal yang dikerjakan. Semakin banyak hal yang dikerjakan, semakin banyak yang ingin diceritakan ya kan ya kan? dengan catatan, kamu harus menjadi orang yang ga punya temen bicara kecuali blog. *menatap cermin dengan pandangan nanar* Meskipun postingan saya dijamin ga akan bermanfaat untuk hajat hidup orang banyak, tapi seenggaknya blog ini ga dihuni gelandangan saking terbengkalainya. Saya, sekarang bisa bersikap sok sibuk :D beberapa hari belakangan rutinitas kerja sambilan saya mengharuskan saya memelototi komputer siang dan malam. Beneran, siang dan malam. Tapi sekali lagi, demi baju lebaran anak istri di kampung... Oia, saya mengikuti lomba menulis cerpen di @pulkam , dengan tema yang seharusnya adalah Pulang Kampung, saya mengirimkan lima lembar cerita pendek dengan tema PKI. Ta...

Popor

Aku lupa, mungkin September tanggal tiga. Saat puluhan berseragam menyesak di ruang tamu tanpa melepas sepatu. Menjamah sepenjuru rumah tanpa, menyeret orangtuaku dari kelambu. Itu tengah malam. Hari sabtu. Popor pertama menyentak tengkukku. Ngilu. Mereka berteriak soal aku dan konspirasi untuk menjatuhkan negara. Negara palsu. Popor kedua menghujam perut ayahku. Kali ini teriakan mereka pertanyakan keterlibatan ayahku dalam Kelompok Petani Berontak. Jawaban ayahku tidak menuai paham. Ibuku menjerit, seseorang menumbangkan tubuh ringkihnya. Kepala wanita itu diinjak sepatu sepatu lars hingga darah mengucur dari telinga. Popor ketiga menghantam pelipis kananku. Pandanganku buram, yang terlihat hanya samar wajah ayahku yang kesakitan saat bayonet mengiris kupingnya. "Kami bukan pemberontak. Kami keluarga petani..," Kian pelan suara ayah. Daun telinganya berlumur darah. Selanjutnya tiada popor. Api menjilat ruang tamu. Aku tidak mengingat apa apa saat...

Hectic Fasting

Bisa dibilang, ini merupakan bulan puasa paling hectic yang pernah aku punya. Sejak lulus SMA hingga sekarang aku belum pernah full bekerja di bulan puasa. Dua taun terakhir aku isi dengan siaran dua jam. Dan sekarang, terhitung sejak 10 Agustus lalu (and still counting) aku freelance di telkomsel sebagai PIC Registrasi salah satu program mereka, Telkomsel Siaga Mudik Gratis. Itungannya ya ini kerjaan EO, tapi kerasa capeknya lantaran ini pertama kalinya aku ikut dalam EO dan kerjanya ga sehari dua tapi berminggu minggu. Alhasil rutinitasku sekarang berubah. Bangun jam delapan pagi lalu stay di gerai Halo sampe jam 2 siang dan dilanjut siaran sampai jam 5. Teler, jendral! But actually, it helps me. Setidaknya membantuku mengurangi satu-dua sifat buruk. Malas dan malas. Demi anak istri di kampung biar bisa makan emping lebaran entar :') Sekian untuk hari ini. Harus kembali siaran :D